Eks Ibu Negara Filipina Gelar Pesta Ratusan Tamu Keracunan

Eks Ibu Negara Filipina Gelar Pesta Ratusan Tamu Keracunan

Lembatanews.com — Suasana pesta ulang tahun mantan ibu negara Filipina, Imelda Marcos, ke-90 pada Rabu (3 Juli 2019) yang mulanya gembira mendadak berubah menjadi panik. Sebab, ratusan orang harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga keracunan setelah menyantap hidangan yang disajikan.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (4 Juli 2019), pesta itu digelar di kediaman Imelda di Kota Pasig. Untuk merayakan hari jadinya, istri mendiang Ferdinand Marcos itu mengundang 2500 orang dan menyajikan menu nasi, telur rebus, serta menu tradisional khas Filipina, Chicken Adobo. Makanan itu dibuat dari daging ayam yang direbus dengan kuah paduan cuka dan kecap.

Menurut dinas kesehatan setempat, sebanyak 261 orang mendadak muntah-muntah, mual, diare dan pusing setelah menyantap makanan yang disajikan. Mereka lantas dilarikan ke sembilan rumah sakit terdekat.

“Kemungkinan makanan itu tercemar, tetapi acara kami tetap berjalan. Biarkan mereka ditangani rumah sakit dan kami akan berusaha mengunjungi mereka satu-persatu,” kata anak Imelda, Imee Marcos.

Meski demikian, Imelda tidak mengalami keracunan seperti tamu undangannya. Menurut petugas keamanan di lingkungan tempat tinggal Imelda, Edilberto Angeles, mereka tetap mengawasi para undangan yang hadir sampai pesta berakhir.

Meski dekat dengan Presiden Rodrigo Duterte, Imelda kini tersangkut perkara hukum. Pengadilan Filipina menjatuhkan vonis 77 tahun penjara atas sejumlah kasus korupsi yang dilakukan Imelda, termasuk penggunaan rekening khusus di Swiss. Sidangnya digelar secara in absentia karena dia beralasan sedang sakit keras.

Meski demikian, Imelda lolos dari tahanan dengan membayar jaminan sebesar US$2,846 (sekitar lebih dari Rp41 juta). Penahanannya ditangguhkan oleh pengadilan, meski telah divonis bersalah atas perkara rasuah, dan memancing kritik tajam dari kalangan pegiat antikorupsi setempat.

Mendiang suami Imelda memerintah selama dua dekade dengan otoriter. Ferdinand sempat memberlakukan darurat militer untuk memberangus lawan politik dan memerangi para pemberontak. Di sisi lain, dia juga dikenal korup.

Ferdinand dilaporkan mengambil miliaran uang negara yang dibelanjakan menjadi rumah, karya seni, serta disimpan di sejumlah rekening di perusahaan cangkang untuk mengelabui penegak hukum. Dia juga menerima gratifikasi dari sejumlah kroninya.

Imelda yang di masa lalu dikenal dekat dengan mendiang Hj. Tien Soeharto, juga merupakan seorang kolektor sepatu bermerek terkenal, perhiasan, dan lukisan. Namun, sejak gerakan rakyat untuk menggulingkan Ferdinand sukses pada 1986, mereka kabur ke luar negeri. Imelda dan anak-anaknya baru kembali setelah Ferdinand meninggal dan kembali berpolitik pada 1990-an. (sumber cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *