Eliaser Yentji Sunur, Bupati Kontroversial, Baru Bisa Diberhentikan setelah Meninggal Dunia

Eliaser Yentji Sunur, Bupati Kontroversial, Baru Bisa Diberhentikan setelah Meninggal Dunia
Rapat Paripurna VII DPRD Lembata dengan agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur, Kamis, 22 Juli 2021.

 

Lembatanews.com – Kamis, 22 Juli 2021 hari ini, menjadi sebuah peristiwa bersejarah dalam perjalanan 22 tahun Otonomi Lembata. Lembaga DPRD Lembata yang selama ini didesak segera menggunakan hak-hak kedewanannya untuk memberhentikan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, akhirnya menggelar rapat paripurna untuk mengumumkan pemberhentian Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur.

Tokoh kontroversial yang sedari sakit, kematian, penguburan, hingga doa arwahnya pun ramai diperdebatkan masyarakat Lembata di media sosial ini, baru bisa diberhentikan setelah ia meninggal dunia. Semasa hidupnya, ia begitu digoyang dengan demonstrasi berjilid-jilid untuk menurunkannya dari jabatan Bupati. Akan tetapi, ia seakan tak tergoyahkan, dan tetap kokoh di singgasana kepemimpinannya.

Baru setelah meninggal dunia, DPRD Lembata menggelar rapat Paripurna VII dengan agenda tunggal penyampaian pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dan mengusulkan pengangkatan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai sebagai Bupati Lembata.

Kontroversi pun seolah tak usai. Sebelum diumumkan pemberhentiannya pun, masih terjadi perdebatan di kalangan anggota Dewan.

Ketika rapat hendak dibuka Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, ia sudah diinterupsi Gergorius Amo dari Fraksi PKB. Ia menilai, agenda rapat paripurna VII untuk mengumumkan pemberhentian Bupati Lembata belum dibahas dan diagendakan oleh Badan Musyawarah. Menurut Gergorius Amo, berdasarkan tata tertib DPRD, perubahan agenda rapat yang sudah ditetapkan oleh Badan Musyawarah, harus direncanakan oleh Badan Musyawarah. Sedangkan agenda ini belum direncanakan oleh Badan Musyawarah.

Ia khawatir, jika tak melalui mekanisme sesuai tatib, nantinya akan dinilai cacat mekanisme. Apalagi, berdasarkan surat dari Pemerintah, sudah sangat jelas, meminta Badan Musyawarah merencanakan agenda rapat dimaksud.

“Usul pemerintah sudah jelas, minta kita Banmus-kan. Jangan sampai terkesan tidak ikuti mekanisme yang sudah diatur tatib,” tegas Gergorius Amo.

Paulus Makarius Dolu, anggota DPRD dari Fraksi Gerindra mengatakan, pelaksanaan rapat paripurna VII dengan agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati sudah dibahas dalam rapat paripurna sebelumnya pada Rabu, 21 Juli 2021. Dalam rapat itu, forum rapat sudah menugaskan Ketua Dewan untuk melakukan perubahan jadwal sidang dan memasukan agenda paripurna pengumuman Pemberhentian Bupati dan sudah dilakukan perubahan dengan keputusan Ketua DPRD.

Dengan adanya keputusan dalam rapat paripurna itu, maka sudah sah dan ketua Dewan pun sudah mengeluarkan surat keputusan perubahan rapat.

Selain itu, kata Paul Dolu, seluruh pembicaraan dalam rapat paripurna pada Rabu, 21 Juli 2021 dan pembicaraan dalam rapat Kamis, 22 Juli 2021 terdokumentasi dan dicatat dalam risalah rapat yang menjadi alas dasar seluruh kerja Dewan sehingga agenda rapat tidak menjadi cacat.

Karena itu, rapat paripurna pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dapat dilanjutkan.

Hal senada juga disampaikan anggota Dewan Yoseph Boli Muda dari Fraksi PKB. Menurutnya, agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata sudah dibicarakan dalam rapat paripurna pada Rabu, 21 Juli 2021 dan forum rapat paripurna sudah menyepakati untuk dilakukan perubahan agenda rapat pada Kamis, 21 Juli 2021 dengan memasukkan agenda Pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata. Karena itu, rapat paripurna Dewan harus dilanjutkan.

Setelah mendengar semua masukan dari anggota Dewan lainnya, Ketua DPRD Petrus Gero akhirnya mengetuk palu persetujuan dilanjutkannya agenda rapat.

Setelah membuka rapat paripurna VII, Petrus Gero lalu menugaskan Wakil Ketua DPRD Begu Ibrahim membacakan pengumuman pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur.

Pengumuman pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dengan Nomor DPRD.186.1/01/VII/2021 dengan sejumlah pendasaran mengumumkan pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dengan ucapan terima kasih atas pengabdiannya di Kabupaten Lembata selama lebih kurang sembilan tahun kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian, sekaligus mengusulkan pengangkatan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai sebagai Bupati Lembata.

Selanjutnya, pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur dan pengusulan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai sebagai Bupati Lembata akan ditindaklanjuti dengan keputusan pimpinan DPRD Kabupaten Lembata.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero usai pembacaan pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur mengatakan, setelah pengumuman Pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Sekretariat DPRD untuk berkoordinasi dengan Bagian Tata Pemerintahan untuk diproses lebih lanjut dan disampaikan kepada Gubernur NTT guna melanjutkan usulan pemberhentian itu kepada Menteri Dalam Negeri guna mendapatkan penetapan pemberhentian Bupati Lembata Eliyaser Yentji Sunur. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *