Eman Ubuq: Jangan Matikan Usaha Angkutan Pengusaha Lokal

Eman Ubuq: Jangan Matikan Usaha Angkutan Pengusaha Lokal

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dalam hal ini Dinas PUPR dan Perhubungan diimbau tidak mematikan usaha angkutan milik para pengusaha lokal di Kedang. Karena jika izin trayeknya dicabut dan tidak beroperasi maka jelas mereka tidak bisa membayar utang dan usahanya akan mati. Padahal, kendaraan angkutan itu yang selama ini melayani masyarakat bahkan kendaraan ini juga yang mengangkut massa saat datang mengikuti kampanye Bupati dan Wakil.Buoati saat itu.

Penegasan itu disampaikan Eman Ubuq, juru bicara Forum Asbak dalam dialog dengan Dinas PUPR dan Perhubungan Lembata di kantor dinas, Rabu (25 September 2019).

Eman Ubuq mengatakan, kajian dinas soal jumlah penumpang per hari sebanyak 1.200 orang sebagai dasar penerbitan izin menambah jumlah kendaraan trayek Lewoleba-Kedang sangat tidak sesuai fakta lapangan. Sebab, banyak kendaraan yang kosong saat beroperasi dan pendapatan mereka sangat kecil.

“Persoalan pertama soal kajian jumlah kendaraan dan kapasitas kendaraan Lee, ini semata persepsi dinas tapi kenyataan lapangan tidak seperti itu. Kalau dinas katakan seperti itu kami nyatakan prihatin dan atas nama teman-trmab kami tidak terima,” tegas Ubuq.

Menurut dia, saat ini jumlah kendaraan milik pengusaha lokal Kedang sudah sebanyak 43 unit. Namun, masih diberikan izin kepada 13 pengusaha untuk memasukan kendaraan trayek Lewoleba-Kedang. K ndaraan yang diberikan izin juga milik pengusaha besar yang selama ini sudah menguasai usaha-usaha besar dan proyek.dinLembata namun masih juga menguasai usaha nagkutan yang selama ini dimiliki pengusaha lokal.

“Saya salut dengan para pengusaha China. Selama ini mereka usaha angkutan. Tapi setelah orang lokal sudah bisa beli angkutan mereka beralih ke usaha lain. Tapi kita punya orang yang sudah kuasai proyek dan usaha lain, masih juga masuk ke usaha angkutan,” tegas Ubuq.

Ia meminta kepada Dinas untuk selektif dalm.menerbiykan izin trayek. “Dinas harus pertimbangkan nasib pengusaha lokal. Beri izin lihat kategori. Pengusaha lokal mampu akomodasi pelayanan di sini,” katanya.

Diogo dipandu Sekretaris Dinas PUPR dan Perhubungan Lembata Petrus Bote. (tim lembatanews)

4 Komentar


  1. Kalau kendaraan sdh memiliki surat ijin sesuai prosedur knp harus di kurangi..??

    ATAUkah ada kendaraan yg tidak memiliki surat2 ijin lengkap dlm trayek operasional …??
    Perlu jg to DISHUB mengambil sikap

    Tapi muda2hn tidak mematikan PEREKONOMIAN RAKYAT kecil.

    Salam LEMBATAKU…❤❤

    Balas

  2. CATATAN UNTUK ADMIN LEMBATANEWS.COM
    1. Dalam pemuatan konten atau artikel untuk media online apalagi lembatanews.com yang pasti dibaca oleh sebagian besar masyarakat Lembata, sebaiknya naskah diedit untuk meminimalisir kesalahan pengetikkan.

    2. Setahu saya singkatan tertentu yang biasa digunakan dalam tulisan biasa, misalnya yth, yg, dsb tidak diperkenankan dalam artikel untuk publik/umum.

    3. Ada fasilitas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online (https://kbbi.web.id/) kalau selalu tersedia, sehingga kualitas lembatawes.com semakin berbobot.

    Sekian, jangan tersinggung, kita saling belajar.
    Salam Persaudaraan.

    Balas

    1. Terima kasih atas kritik dan masukannya dalam rangka perbaikan dan pembenahan lembatanews.com ke depannya. Salam persaudaraan.

      Balas

  3. Di manakah Angkutan Kota Lewoleba?
    Tahun 2004 ketika berlibur ke Lembata ada banyak angkutan kota (bemo) sehingga cukup membantu waktu berkunjung ke keluarga-keluarga mulai dari Dermaga, Waikomo, Lewoleba, Wangatoa, dan Lamahora.
    Namun 2013 mobil seperti itu tidak ada lagi.
    Dinas perhubungan kabupaten tolong perhatikan itu demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, Terima kasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *