Empat Orang Klaster Gowa Jalani Rapid Test di Lembata

Empat Orang Klaster Gowa Jalani Rapid Test di Lembata
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat memberikan penjelasan kepada wartawan di Kuma Resort, Jumat, 1 Mei 2020.

 

Lembatanews.com – Sebanyak empat orang peserta Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan asal Kabupaten Lembata telah menjalani rapid test. Dari hasil rapid test, satu di antaranya positif dan langsung diisolasi di ruang isolasi RSUD Lewoleba. Sedangkan tiga klaster Gowa lainnya menjalani karantina terpusat di rumah karantina Puskesmas Lewoleba di Desa Pada, Kecamatan Nubatukan.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kepada wartawan di Kuma Resort, Desa Waijarang, Jumat, 1 Mei 2020 mengaku sangat menyayangkan empat pelaku perjalanan klaster Gowa yang baru kembali mengikuti Ijtima Ulama Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan, namun setelah kembali tak pernah melapor kepada pemerintah.

Padahal, sudah ada pemberitaan dan informasi terkait pelaku perjalanan klaster Gowa di Labuan Bajo dan di tempat lainnya yang terpapar Covid-19. Akan tetapi, mereka tidak jujur mengakui riwayat perjalanan mereka.

Dari deteksi setelah diumumkan terdapat dua klaster Gowa di Manggarai Barat positif swab baru diketahui terdapat empat pelaku perjalanan klaster Gowa di Lembata. Itu pun setelah ada pengakuan dua klaster Gowa di Labuan Bajo bahwa pernah melakukan kontak dengan peserta dari Lembata.

Keempatnya, kata Bupati Sunur, langsung dijemput tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata untuk menjalani rapid test. kepada P-8, dberikan peneguhan bahwa hasil rapid test positif merupakan petunjuk dan deteksi awal. Sehingga selanjutnya akan dilakukan swab.

Setelah diketahui hasil rapid test positif, keluarga P-8 langsung dijemput untuk menjalani rapid test.

Selanjutnya, tim Gugus Tugas akan melakukan tracking (penelusuran) untuk mendeteksi kontak yang telah dilakukan P-8 terutama saat mengikuti ibadah solat berjamaah di masjid dan kontak dengan warga lainnya.

“Kita akan tracking kontak yang dilakukan P-8, termasuk.mengecek di mana saja ia shalat berjamaah dan berdekatan agar dibuat klastering. Ini harus diambil karena pemerintah tidak mau tiba-tiba timbul kejadian yang mengejutkan,” tegas Bupati Sunur.

Kepada masyarakat ia mengimbau agar mengecek riwayat perjalanan setiap orang baru di wilayahnya, dan segera melaporkan kepada RT setempat atau kepada tim Gugus Tugas agar dapat dilakukan pemantauan.

Dengan adanya penambahan jumlah dan adanya klaster Gowa tersebut, maka r ncana pemerintah untikbuka aktivitas ekonomi dan keagamaan di Lembata belum.dapqt dilakukan. Karena itu, Bupati Sunur menyatakan bahwa ia akan kembali mengundang tokoh agama untuk membahas situasi terakhir dan akan kembali membatasi aktivitas hingga sebulan ke depan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *