Empat Pengungsi dan Tiga Tuan Rumah Reaktif Rapid Test

Empat Pengungsi dan Tiga Tuan Rumah Reaktif Rapid Test
Ilustrasi pengambilan sampel darah.

 

Lembatanews com – Dari swab test yang dilakukan di sejumlah rumah yang menampung para pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, terdapat sebanyak tujuh orang yang reaktif. Dari tujuh orang yang reaktif tersebut, terdapat sebanyak empat orang pengungsi dan tiga lainnya adalah tuan rumah yang menampung para pengungsi.

Demikian penjelasan Koordinator Tim Keselamatan yang turun melakukan pemeriksaan dr Bernard Beda yang juga Direktur RSUD Lewoleba kepada lembatanews.com, Senin, 7 Desember 2020 usai melakukan swab rapid test di rumah penduduk.

Dikatakannya, pengungsi dan tuan rumah yang dinyatakan reaktif itu merupakan rumah keempat yang dilakukan pemeriksaan pada Senin.

Setelah ada yang dinyatakan reaktif, maka langkah tindaklanjutnya adalah segera dilakukan isolasi dengan memisahkan pengungsi ke lokasi berbeda. Sedangkan tuan rumah akan menjalani isolasi mandiri di rumah setelah disterilisasi.

Untuk memastikan apakah mereka terkonfirmasi positif Covid-19, maka akan kembali dilakukan pengambilan sampel swab untuk dikirim ke Kupang untuk dilakukan pemeriksaan swab PCR.

Sementara Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan pengungsi di rumah-rumah penduduk dan hasilnya terdapat tujuh orang yang reaktif, maka pengungsi yang reaktif akan langsung dipindahkan ke t NDA pengungsian untuk diisolasi.

Sedangkan tuan rumah yang juga reaktif akan menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Ini yang kita khawatirkan selama ini. Makanya kita mau mereka semua dipindahkan ke posko penampungan supaya mudah dikontrol kesehatannya,” tegas Bupati Sunur.

Ia mengimbau kepada semua pengungsi dan masyarakat Lembata untuk lebih disiplin dan mentaati protokol kesehatan. Setiap hari wajib mengenakan masker, rutin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, dan menjaga jarak.

Anggota Komisi 3 DPRD Lembata Petrus Bala Wukak mengatakan, kalau dalam satu rumah menampung banyak orang, akan bersesakan dan risiko tertular covid sangat besar,

Ia mengatakan MCK juga tidak higienis. Karena itu baik tuan rumah maupun pengungsi perlu memikirkan. Kalau terlalu banyak maka yang lain bisa dibawa ke posko yang telah disiapkan oleh pemerintah. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *