Empat Warga Lembata Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dua Sekolah Langsung Ditutup

Empat Warga Lembata Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dua Sekolah Langsung Ditutup
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Lembata dr Lucia Shandra didampingi Kadis PKO Silvester Samun memberikan penjelasan kepada wartawan di pelataran kantor Dinas Kesehatan, Kamis, 12 November 2020.

 

Lembatanews.com – Kabupaten Lembata yang selama ini mampu mempertahankan  tetap berapa pada zona hijau akhirnya kembali ke zona merah. Empat orang warga Kabupaten Lembata terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Swab test. Dari keempat orang tersebut, tiganya merupakan transmisi lokal dan satunya merupakan pelaku perjalanan dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Dua dari pasien Covid-19 tersebut berprofesi sebagai guru. Sehingga, dua sekolah yakni TK dan SD tempat keduanya mengajar langsung ditutup pemerintah.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata dr Lucia Shandra kepada wartawan, Kamis, 12 November 2020 sore tadi menjelaskan, telah terdapat empat kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, masing-masing berinisial YMK (51), warga Lamahora Timur, Kelurahan Lewoleba Timur, AB (54), warga Lamahora Timur yang merupakan pasangan suami istri,  MMDS (38) warga Komak, Lewoleba Selatan dan ML (61) warga Lewoleba Tengah.

Dijelaskannya, dari keempat terkonfirmasi Covid-19 tersebut, tiga orang transmisi lokal karena ketiganya tidak pernah keluar daerah. Sedangkan satu lainnya memiliki riwayat pernah keluar daerah yakni ke Larantuka, Flores Timur.

“Semua sedang dirawat di RSUD Lewoleba dan dari di Dinas Kesehatan dengan Satgas Covid-19 bagian pencegahan sudah lakukan tontak crosing dan kontak erat dan mereka isolasi mandiri dan dalam keadaan baik dan tetap.diobswrvasi dari Puskesmas Lewoleba,” terang Shandra.

Diuraikannya, tiga orang pasien Covid-19 dirawat dengan penyakit bawaan dan satunya tidak.

Kepada masyarakat ia berpesan untuk tetap tenang dan selalu mematuhi protokol kesehatan dengan memakai.masker, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Lembata Silvester Samun mengatakan, dua guru yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini sudah ditangani tim.kwsis di RSUD Lewoleba.

Sejak terkonfirmasi Covid-19, tempat mengajar mereka di TK dan SD langsung ditutup. Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah tersebut langsung dihentikan sejak Senin, 9 November 2020.

Terkait sekolah-sekolah lain di Lembata yang saat ini masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, akan ditindaklanjuti dengan mengeluarkan surat edaran dalam waktu dekat. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *