Enam Korban Bentrok di Desa Sandosi, Adonara, Dimakamkan

Enam Korban Bentrok di Desa Sandosi, Adonara, Dimakamkan
Pemakaman korban konflik berdarah di Desa Sandosi secara tradisi Katolik dipimpin pastor pada Jumat, 6 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Enam korban bentrok berdarah di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur dikuburkan pada Jumat, 6 Maret 2020. Lima korban dikuburkan secara terpisah di Desa Sandosi, sedangkan 1 korban lainnya, dikuburkan di Desa asalnya, Desa Tobitika.

Pemakaman korban bentrok dari suku Kwaelaga, atas nama Moses Kopong Keda (80 tahun), Yakobus Masan Sanga, (70 tahun), Yosep Ola Tokan (56 tahun), dan Seran Raden (68 tahun), dilakukan secara Katolik, dipimpin, Romo Amatus Witak, Pr dan Romo Ancis Kwaelaga Pr.

Sedangkan, upacara pemakaman korban dari suku Lamatokan atas nama Yosep Helu (70 tahun), dilakukan di Desa Sandosi. Sedangkan korban Wilem Iya Kwasa (80 tahun), dimakamkan di Desa Tobitika. Pemakaman dua korban dari suku Lamatokan itu, dipimpin Romo Amatus Witak dan Romo Samuel Beraona.

Bupati Flotim Antonius Hubertus Gege Hadjon hadir pula dalam pemakaman tersebut.

Usai upacara penguburan yang dilaksanakan secara terpisah, Bupati Anton Hadjon, mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Sandosi dan sekitarnya untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai.

“Kondisi sudah terjadi dan sudah dengar penyampaian keluarga korban bahwa ini.musibah yang harus mereka.alami dan mereka memastikan akan ikut membantu kondisi tetap kondusif,” kata Anton Hadjon.

Bupati Hajon juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang telah bekerja maksimal sejak peristiwa bentrokan, evakuasi hingga pemakaman. Kerja keras para pihak itu telah menciptakan suasana kondusif. Bupati Hajon pun menghimbau agar seluruh komponen masyarakat dan pemerintah untuk tetap menjaga suasana kondusif, aman dan damai di Desa Sandosi dan sekitarnya.

Sementara itu, Kapolres Flotim AKBP Denny Abraham memastikan bahwa kondisi di Desa Sandosi relatif kondusif. Aparat keamanan masihndisiagakan di sana baik personel BKO dari Brimob Ende, Sikka Polres Sikka, maupun personel BKO dari Polres Lembata.

Terkait penegakan hukum, Denny mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi nama-nama para pelaku. Hanya saja, karena baru pada Jumat Sore dilakukan penguburan sehingga belum.dilakukan tindakan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan tokoh adat dan kepala desa agar nantinya mereka dapat ke.polisi untuk.memberikan keterangan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *