Erupsi dan Kebakaran Ile Lewotolok, Wings Air Kurangi Frekuensi Penerbangan ke Lembata

Erupsi dan Kebakaran Ile Lewotolok, Wings Air Kurangi Frekuensi Penerbangan ke Lembata
Manager Area Lion Air NTT Rinus Togarma Zebua

 

Lembatanews.com – Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang melontarkan material pijar yang terus terjadi ditambah kebakaran yang melanda lereng gunung api dan menyebabkan asap, menjadi penyebab pengurangan frekuensi penerbangan maskapai Wings Air ke Bandar Udara Wunopito Lewoleba.

Demikian dikatakan Manager Area Lion Air NTT Rinus Togarma Zebua saat dihubungi media ini, Senin, 2 Agustus 2021 pagi.

Ia mengatakan, penerbangan ke Lembata tidak ditutup. Akan tetapi, hanya dikurangi frekuensi penerbangannya saja.

Erupsi gunung Api Ile Lewotolok dan kebakaran yang terjadi di lereng gunung ya g menimbulkan asap, menjadi salah satu alasan manajemen mengurangi frekuensi penerbangan ke Lembata.

Selain karena erupsi dan kebakaran yang terjadi, kata Rinus Togarma Zebua, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang saat ini sedang dilaksanakan juga menyebabkan masyarakat enggan melakukan perjalanan. Akibatnya, jumlah penumpang pun turun drastis.

“Ya itu (erupsi dan kebakaran) salah satu penyebabnya. Juga sebelumnya psikologis masyarakat kan juga terpengaruh dengan masa PPKM, sehingga orang enggan untuj bepergian,” kata Rinus Togarma Zebua.

Jika penumpangnya cukup, lanjutnya, maka pihaknya akan mengoperasikan penerbangan armada Wings Air ke Lembata.

Sejumlah penumpang dari Lewoleba tujuan Kupang terpaksa tak jadi melakukan perjalanan karena tak adanya penerbangan. Ada sejumlah penumpang yang meminta dipindahkan tiketnya ke Larantuka. Ada yang menunggu jadwal penerbangan dari Lewoleba – Kupang baru melakukan perjalanan.

Dalam seminggu terakhir, hanya sekali Wing Air melayani penerbangan ke Bandara Wunopito Lewoleba. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *