Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, Festival Paralayang Batal Dilaksanakan

Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok, Festival Paralayang Batal Dilaksanakan
Apolonaris Mayan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata.

 

Lembatanews.com – Lembat Gunung Api Ile Lewotolok yang terjadi pada Minggu, 29 November 2020 telah berdampak luas pada sejumlah agenda pemerintahan di Kabupaten Lembata. Salah satu agenda kegiatan yang ikut terkena imbas adalah Festival Paralayang bertajuk Lembata New Normal. Festival yang sedianya dilaksanakan pada 4-6 Desember 2020 akhirnya dibatalkan dan ditunda tanpa batas waktu yang oasti.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada media ini, Selasa, 1 Desember 2020.

Ia mengatakan, pembatalan kegiatan itu menyusul terjadinya erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang sangat menyita perhatian pemerintah terutam.dalam penanganan pengungsi.

Ditanya kapan Festival Paralayang kembali digelar, ia mengakui bahwa sejauh ini belum dapat ditetapkan waktu pelaksanaan, karena pemerintah menundanya tanpa ada batasan waktu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali dalam surat pembatalan yang ditujukan kepada Deputi Bidang Pengembang: Pemasaran Kementerian Parekraf RI di Jakarta menjelaskan bahwa sehubungan dengan terjadinya aktivitas erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang berdasarkan surat Kepala Baden Geologi, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah berada pada level III (siaga) serta meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus Covid-19 dalam kurun waktu beberapa minggu terakhir, maka diberitahukan bahwa Lembata New Normal Festival yang sedianya akan dilaksanakan pada 4 sampai dengan 6 Desember 2020 ditunda pelaksanaanya sampai ada pemberitahuan selanjutnya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *