Erupsi masih Terus Terjadi, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang

Erupsi masih Terus Terjadi, Masa Tanggap Darurat Diperpanjang
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berdialog dengan para pengungsi korban Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok saat mendampingi Danlantamal VII Kupang, Rabu, 9 Desember 2020.

 

Lembatanews com – Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang masih terus terjadi, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata akan kembali memperpanjang masa tanggap darurat. Tanggap darurat yang ditetapkan sebelumnya akan berakhir pada 12 Desember 2020 mendatang.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur di sela-sela menerima kunjungan Danlantamal VII Kupang dan rombongan, Rabu, 9 Desember 2020 menjelaskan, setelah bersama Danlantamal VII memabtau langsung kondisi Gunung Api Ile Lewotolok, ia menyaksikan sendiri masih terjadi erupsi. Asap kasih terus keluar dari kawah gunung.

Sehingga, pemerintah akan memperpanjang masa tanggap darurat untuk 12 hati ke depan.

Dikatakannya, dengan melihat kondisi erupsi dan asap yang masih terus terjadi, maka masyarakat masih dilarang beraktivitas di zona merah dengan radius 4 kilometer.

Masyarakat yang berada di pengungsian, lanjutnya, juga masih belum diperbolehkan pulang.

 

Gelar Rapat Evaluasi

Sementara saat memimpin rapat analissis dan evaluasi Bupati Sunur yang didampingi Forkopimda menegaskan sejumlah hal.

Terkait skema penanganan pengungsi dalam masa Pandemi Covid-19, Ia menegaskan agar setiap posko penanganan pengungsi wajib memperhatikan protokol kesehatan. Komando diminta untuk senantiasa mengedukasi warga pengungsi untuk disiplin terhadap protokol kesehatan.

Setiap pengungsi wajib dirapid test dan apabila ditemukan ada yang reaktif maka segera dilakukan swab test termasuk seluruh keluarga yang menampung dan warga yang kontak erat. Selanjutnya dipusatkan kembali pada ruangan tersendiri untuk mengantisipasi penyebaran lebih lanjut apabila hasil swabnya dinyatakan positif.

Untuk penangan Covid-19 bagi warga pengungsi sifatnya tegas dan tidak tawar menawar, mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku selama ini dalam penanganan Covid-19. Komando tanggap darurat diminta untuk tidak tolerir terhadap penegakan protokol kesehatan sesuai pedoman penanganan Covid-19 yang berlaku.

Sementara dalam kaitan dengan pengawasan dan pengendalian penangan pengungsi, Bupati Sunur juga menegaskan agar Inspektur secara simultan melakukan pengawasan, pengendalian, dan pendampingan terhadap pelaksanaan tugas setiap bidang/bagian/seksi Komando Tanggap Darurat baik dari aspek keuangan maupun logistik.

Seluruh logistik yang berkaitan dengan kebutuhan hunian pengungsi,makanan siap saji, kebutuhan mandi/cuci, obat-obatan agar segera didistribusikan dalam kesempatan pertama kepada para pengungsi sesuai kebutuhan dan tidak mengendap berlama-lama di gudang logistik. Untuk hal ini, manajemen logistik dan pergudangan agar diperbaiki, disederhanakan dan tidak mengabaikan aspek administrasi.

Komando tanggap darurat agar melakukan edukasi/sosialisasi/himbauan kepada seluruh donatur, agar bantuan logistik tidak langsung disalurkan kepada pengungsi namun perlu melapor kepada Komando Tanggap Darurat untuk dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terutama selama masa pandemi Covid-19 ini.

Kepada Camat ileape dan Ileape Timur, abupati Sunur perintahkan untuk membuka posko pengendalian pada pintu masuk wilayah masing-masing, dan mengerahkan seluruh staf berkantor di lokasi posko dan mengatur jadwal jaga pada posko tersebut selama 24 jam. Penjagaan 24 dilakukan untuk mengawasi dan mencatat setiap pengunjung yang masuk dan keluar ke wilayah kecamatan masing-masing serta melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada Bupati secara berkala.

Komando Tanggap Darurat agar mengedukasi warga serta mengajak warga pada 10 desa di Kecamatan Ile Ape yang tidak termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) II untuk kembali ke desa masing-masing dan melaksanakan aktivitas sebagaimana biasa sesuai rekomendasi Kepala Badan Geologi, cq. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Nomor : 761.Lap/45/BGL.V/2020 tanggal 29 November 2020 perihal Peningkatan Tingkat Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Bupati Sunur juga meminta Komando Tanggap Darurat agar menyusun jadwal dan tim khusus untuk membantu menyiapkan makanan dan minuman pengungsi dan petugas selama masa tanggap darurat. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *