Evakuasi Bangkai KM Shinpo 16 Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

Evakuasi Bangkai KM Shinpo 16 Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

Survei awal di Pelabuhan Lewoleba, Selasa (17 Desember 2019) oleh tim KSOP Kelas III Kupang bersama perusahaan yang ditunjuk KM Maju 08.

Lembatanews.com – Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan memberikan perhatian khusus terhadap proses evakuasi kerangka kapal KM Shinpo 16 yang tenggelam di kolam labuh Pelabuhan Lewoleba pada Rabu (10 Desember 2019) lalu. Perhatian itu ditunjukkan dengan menginstruksikan kepada KSOP Kupang untuk mengkoordinasikan para pihak terkait dalam percepatan evakuasi kerangka KM Shinpo 16 keluar dari kolam labuh.

Demikian penegasan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kupang Aprianus Hangki saat ditemui di kompleks Pelabuhan Lewoleba, Selasa (17 Desember 2019).

Aprianus Hangki

Kepala KSOP Kelas III Kupang

Pemerintah Pusat, kata Aprianus menginginkan agar perusahaan pengelola KM Shinpo 16 dan KM Maju 08 mempercepat proses evakuasi. Kepada kedua perusahaan, diberikan waktu 30 hari evakuasi sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 71 Tahun 2013. Bila sampai 90 hari evakuasi tak juga dapat dilaksanakan, maka pemerintah akan mengambil alih evakuasi dengan seluruh biaya ditanggung kedua perusahaan pemilik kapal.

Dijelaskannya, sejauh ini baru perusahaan pengelola KM Maju 08 yang menunjuk perusahaan untuk melakukan survei awal. Survei dilakukan untuk melihat posisi kapal, teknis pengevakuasian, peralatan yang digunakan, hingga biaya evakuasi.

“Pempus berharap proses evakuasi dipercepat karena pelabuhan ini ramai dikunjungi kapal besar. Dalam waktu dekat ada empat kapal penumpang yang masuk,” kata Aprianus. (tim Lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *