Forum Jurnalis Lembata Gelar Diskusi 20 Tahun Otonomi Lembata

Forum Jurnalis Lembata Gelar Diskusi 20 Tahun Otonomi Lembata

Lembatanews.com – Fotum Jurnalis Lembata (FJL) menurut rencana menggelar diskusi publik dalam tajuk Baung 20 Tahun Otonomi Daerah Kabupaten Lembata dengan tooik utama diskusi Potret Infrastruktur Lembata di Tengah Gencarnya Promosi Pariwisata. Baung 20 tahun otonomi Lembata rencananya digelar Selasa (15 Oktober 2019) yang digelar di Taman Daun, Bluwa.

Ketua FJL Alexander Taum kepada media ini, Senin (14 Oktober 2019) mengatakan, tak terasa 20 tahun sudah Kabupaten Lembata berdiri secara otonom. Sejak lepas dari kabupaten induk Flores Timur 12 Oktober 1999 silam, Kabupaten Lembata perlahan mulai merajut sejarah pembangunan dengan kaki sendiri.
Momentum 7 Maret 1954 menjadi tonggak sejarah yang mempersatukan Lembata. Oleh para pencetus statement 7 Maret kala itu, musyawarah besar rakyat Lembata yang dihelat di Desa Hadakewa tahun 1954 untuk menghentikan sengketa Paji Demong, warisan kolonial Belanda.

“Seperti gadis yang mulai melewati masa akil balik, usia 20 tahun ini sudah menampilkan sosok gadis yang menawan. Harus diakui, berbagai kemajuan sudah kita peroleh, buah dari otonomi daerah. Namun tak bisa dielak pula kabupaten dengan sembilan kecamatan ini masih berproses menuju kedewasaan,” kata Taum.

Dikatakannya, proses perencanaan pembangunan menjadi kunci maju dan mundurnya pembangunan Lembata. Jurnakis sebagai salah satu satu elemen pembangunan di Lembata, dalam kegiatan “Bincang-Bincang 20 Tahun Otonomi Lembata” berusaha memberi sumbangsih untuk kemajuan Lembata.

“Kami hanya berusaha menyediakan ruang diskusi yang tampan. Di dalamnya, kami ingin mempertemukan para tokoh dari banyak elemen. Forum ini percaya para tokoh yang diundang secara langsung dan tidak langsung turut menyumbang pikiran, tenaga dan energi untuk masyarakat Lembata. Dalam semangat ‘Taan Tou’ dan spirit keberpihakan pada masyarakat, ruang ini kami harapkan jadi secuil inspirasi bagi semua yang memiliki niat baik berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Lembata,” tegas Taum.

Baung 20 Tahun Otonomi Lembata, lanjutnya, merupakan ajang pertemuan dan diskusi. Di tengah kesibukan sebagai legislatif, eksekutif, pekerja swasta, jurnalis, dan pegawai negeri, ada baiknya ruang ini bisa dipandang sebagai waktu jeda.

Pada titik ini, kata Taum, ruang terbuka lebar supaya bisa melihat ke belakang bagaimana daerah yang didiami ini bermetamorfosis selama 20 tahun otonomi, khususnya terkait kondisi infrastruktur dasar dan korelasinya terhadap kemajuan pariwisata. “Kalaupun ada hal baik dan positif yang bisa dibawa pulang, kami pikir itulah tujuan yang mau diraih bersama demi Lembata yang bermartabat,” urainya.

Baung 20 Tahun Otonomi Lembata menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya, Petrus Gero, Ketua DPRD Lembata, Payong Pukan Martinus, tokoh Otonomi Lembata, Paskalis Tapobali, Kadis PUPR-Perhubungan, Kor Sakeng, tokoh pemuda , dan Apolonaris Mayan, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *