Ziarah ke Makam Polo Ama, FJL Dorong Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional

Ziarah ke Makam Polo Ama, FJL Dorong Diperjuangkan Jadi Pahlawan Nasional
Ketua Forum Jurnalis Lembata (FJL) Aleksander Paulus Taum menaburkan bunga di makam Polo Ama di Desa Seranggorang,Kecamatan Lebatukan, dalam ziarah peringatan HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin ,17 Agustus 2020.

 

Lembatanews.com – Foorum Jurnalis Lembata (FJL) melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Polo Ama di Desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Senin, 17 Agustus 2020. Polo Ama adalah seorang ksatria pejuang kemerdekaan yang rela menyerahkan diri dan diasingkan ke Digul dan Nusakambangan demi menyelematkan rakyat dari kekejaman Belanda.

Acara ziarah dan tabur bunga yang diinisiasi FJL dihadiri para jurnalis yang bertugas di Lembata dipimpin langsung Ketua FJL Aleksander Paulus Taum. Hadir pula Fred Wahon (Aksinews), Fince Bataona (Kabar NTT), Maxi Gantung (Flores Pos), Hiero Bokilia (Victory news), Ayu Zhanita (Audiens.com, Asten Kares (Fajarpedia.com), Willi (PortalNTT), Ritha Senak (Zonalinenews), Eman Bataona (Vivatimur), dan Broin Tolok (Wartakeadilan/Legantv).

Dari Pemerintah Desa Seranggorang hadir Kepala Desa Heribertus Pito, Ketua BPD, dan sejumlah warga yang merupakan keluarga dekat Polo Ama.

Ketua FJL Aleksander Paulus Taum pada kesempatan itu mengatakan, FJL merasa sangat perlu melakukan ziarah dan tabur bunga ke makan Polo Ama karena ia adalah seorang ksatria dari tanah Lembata yang dalam perjuangannya bersama rakyat waktu itu berhasil membunuh sejumlah tentara Belanda.

Sebagaimana dikisahkan salah satu keluarga Polo Ama, kata Taum, Polo Ama waktu itu yang berada di garis depan ketika bersama tentara rakyat menyeruak markas Belanda untuk membebaskan sejumlah warga yang ditawan Belanda

Karena itu, kehadiran FJL juga untuk menggugah pemerintah untik ikut memperjuangkan Polo Ama ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Ia berharap, dengan kunjungan itu dan mendengar langsung penuturan sejarah perjuangan dari keturunan Polo Ama, pada suatu saat nanti, Polo Ama dapat ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Kepala Desa Seranggorang Heribertus Pito usai tabur bunga mengatakan, Polo Ama merupakan putra asli Seranggorang yang pada masa itu ikut berjuang bersama tentara rakyat membebaskan warga yang ditawan tentara Belanda.

Dikatakannya, sebagai pahlawan daerah, ia sebagai pemerintah desa terus mendorong agar Polo Ama bisa diperjuangkan menjadi pahlawan nasional. Hanya saja, perjuangan itu selama ini belum dapat diwujudkan karena terkendala dokumen-dokumen pendukung.

Menurutnya, dibutuhkan penuturan sejarah perjuangan sejak awal hingga meninggalnya agar nantinya ia bisa ditetapkan menjadi pahlawan.

Diakuinya, pemerintah desa juga sejauh ini belum dapat merenovasi makam Polo Ama. Sebab, makam Polo Ama sudah ditetapkan sebagai aset wisata sejarah oleh pemerintah. Sehingga, untuk merenovasi, dibutuhkan izin.

Padahal, jika memungkinkan, pihaknya berkeinginan untuk melakukan renovasi dengan intervensi dana desa.

Pantauan lembatanews.com, makam Polo Ama terletak di dusun Lewodoli, Desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan. Makamnya terletak persis di pinggir jalan di tanjakan pintu masuk menuju Desa Seranggorang.

Polo Ama dimakamkan di tempat itu bersama istri keduanya Rosa Ema dan putra kesayangannya Madestus Ulu yang selama masa pelariannya masuk keluar hutan selalu dibawanya serta.

Untuk kisah perjuangan Polo Ama selengkapnya akan dipaparkan kemudian dalam Jejak Perjuangan Polo Ama, Ksatria Seranggorang, Rela Serahkan Diri demi Selamatkan Rakyat. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *