Forum Perdamaian Kabupaten Lembata Hasilkan Tujuh Butir Rekomendasi

Forum Perdamaian Kabupaten Lembata Hasilkan Tujuh Butir Rekomendasi

Lembatanews.com – Forum Perdamian dalam rangka peningkatan kohesi sosial untuk pencegahan konflik di Kabupaten Lembata, yang dilaksanakan di Palm Indah Hotel, Jumat (18 Oktober 2019) maka diperoleh hasi| berupa kesepakatan bersama antara pihak Pemerintah, Kepala Desa, TNI/POLRl, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Perempuan.

Adapun tujuh poin kesepakatan bersama yang dihasilkan dalam Forum Perdamaian itu antara lain:

1. Perlu dibentuk Forum Perdamaian Masyarakat di Kabupaten Lembata;

2. Fomm ini dipandang perlu ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah/Peraturanran Bupati dan Peraturan Desa;

3. Perlu dimaksimalkan Forum Perdamaian/Pranata Adat dan Budaya yang sudah ada dan telah berjalan baik;

4. Pedu dibentuk Wadah Mediasi tingkat Desa/KeIurahan, tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten dengan nama/istilah sesuai dengan kearifan lokal;

5. Mendomng Bupati/Pemda Lembata agar program penanganan konfllk sosial dialokaslkan dalam APBD;

6. Mendorong Bupati/Pemda Lembata menghimbau/menginstmksikan kepada pemerintah desa untuk mengalokasikan APBDes dalam program penanganan kontlik sosial di desa;

7. Forum ini berada dalam Binaan Kemendes PDIT dan Kementerian/Lembaga terkait Iainnya.

Rekomendasi bersama ini ditandatangani oleh semua unsur yang hadir dalam Forum.Perdamian.

Direktur Penanganan Daerah Pasca Konflik Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Hasrul Edyar dalam Forum Petdamian mengatakan, Forum Perdamaian intinya dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan. Sehingga ia berharap agar dengan Forum Perdamian terjalin komunikasi, tersebar informasi tentang bagaimana menjaga, mengantisipasi jika ada potensi konflik di tengah masyarakat, karena masyarakat sungguh heterogen baik adat, agama, etnis, dan kelompok, sehingga disadari pergesekan sehari-hari bisa menjadi potensi konflik.

“Potensi konflik sudah ada di sekitar kita. Potensi.konflik biasanya bermula dari hal-hal kecil tapi bisa berdampak besar jika tak menjadi perhatian. Konflik penyebabnya kecil
tetapi akibatnya besar,” tegas Hasrul. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *