Frador Voice Terharu Tak Menyangka Disambut Begitu Meriah

Frador Voice Terharu Tak Menyangka Disambut Begitu Meriah

Lembatanews.com – Kontingen Frador Voice SMAK Frateran Podor, Larantuka, Kabupaten Flores Timur tak pernah menyangka krmbalinya mereka dari ajang Bali International Choir Festival mendapat penyanbutan yang begitu meriah. Walau begitu lelah, namun mereka langsung kembali bersemangat menyaksikan begitu banyak orang yang menyambut kehadiran mereka yang membawa dua medali emas kategori folklore dan satu medali perak kategori teenager’s.

Penyambutan di Boru, perbatasan Kabupaten Flotim – Sikka pada Senin (29 Juli 2019) tak hanya dihadiri para guru, karyawan, dan siswa SNAK Frayeran Podor. Akan tetapi, hadir pula Camat Wulanggitang, para orangtua dari peserta Frador Voice, para alumni SPG Podor angkatan 1987, alumni SPG Podor angkatan 1989, juga para alumni SMAK Frateran Podor.

Sebelum penyambutan di perbatasan, Frador Voice terlebih dahulu disanbut di Bandar Udara Frans Seda Maumere oleh Kepala SMAK Frateran Podor dan perwakilan guru. Mereka disambut pengalungan bunga dan kain selendang kepada semua peserta dan pendamping Frador Voice.

Saat tiba di perbatasan, Frador Voice disambut sapaan adat oleh pemuka adat setempat dan disuguhkan sirih pinang.

Penjemputan yang semula dijadwalkan pada pukul 13.00 molor hingga pukul 15.00 akibat pesawat delay dan baru berangkat pada pukul 13.00 dari Denpasar.

Walau sempat molor, tak sedikitpun mengurangi antusias para penjemput menyambut kepulangan Frador Voice yang pulang membawa prestasi go to Grandpix Singapura 2020.

Setelah acara penyambutan secara adat, Frador Voice lalu diarak menuju Kota Larantuka. Para penjemput begitu banyak. Mereka menumpang tujuh unit truk, 11 mobil pick up, dan empat unit bus yang merupakan bantuan dari alumni SPG Podor angkatan 1987, alumni SPG Podor angkatan 1989, alumni SMAK Podor angkatan 1999, serta bantuan dari Pemkab Flotim.

Sepanjang konvoi, antusiasme masyarakat begitu besar dalam memberikan dukungan dan apresiasi atas prestasi yang diraih anak-anak Frador Voice. Mereka membentuk pagar betis di kiri dan kanan jalan sambil mengelu-elukan putra-putri terbaik SMAK Frateran Podor itu.

Teriakan Frador….. Frador…..Frador…. terus membahana sepanjang jalan. Teriakan dan apresiasi maayarakat di sepanjang jalan diisambut teriakan dari para siswa SMAK Frateran Podor ‘Frador Terlibat….Prestasi Terkibar….terus dikumandangkan bersahut-sahutan.

Sebagaimana dilaporkan Guru SMAk Frateran Podor Emanuel Fernandes, konvoi yang semula tak terlalu panjang kian bertambah panjang. Semula hanya diikuti puluhan sepeda motor, terus bertambah hingga ratusan sepeda motor dan memperpanjang barisan konvoi hingga memasuki Kota Larantuka.

Frador Voice yang rencananya diarak kelilng Kota Larantuka urung dilakukan karena sudah larut ditambah kondisi peserta yang sudah kecapaian. Hal itu juga demi mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan.

Tiba di SMAK Frateran Podor, kintingen Frador Voice disuguhi makan malam bersama para orangtua, guru dan karyawan.

Kepala SMAK Frateran Podor Frater Sebastianus, BHK mengapresiasi prestasi yang diraih Frador Voice di ajang Bali International Choir Festival. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anak didiknya itu atas pengorbanan dan kerja keras mereka bersama para pendamping yang mampu mengharumkan nama SMAK Frateran Podor dan Flores Timur di ajang internasional itu.

Pada kesempatan itu, Frater Sebastianus juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Flotim, alumni SPG, alumni SMA, para orangtua dan semua partisipan yang turut terlibat membantu kelancaran penjemputan Frador Voice.

Ia berharap agar ke depan Frador Voice terus belajar untuk ajang selanjutnya. “Tidak hanya (belajar) paduan suara tapi juga bidang akademik lainnya,” kata Frater Sebastianus. (tim)

1 Komentar


  1. Terima kasih, lembatanews.com, terima kasih tim editorial…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *