Fraksi PDIP Tinggalkan Ruang Sidang

Fraksi PDIP Tinggalkan Ruang Sidang

Lembatanews.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Lembata meninggalkan ruang sidang utama DPRD Lembata saat rapat Badan anggaran (Banggar), Kamis (25 Juli 2019). Alasan Fraksi PDI Perjuangan menibggalkan ruang sidang karena permintaan agar rapat Badan Anggaran harus dihadiri Plt Sekda Anthanasius Aur Amuntida tak bisa dipenuhi karena sedang bertugas ke luar daerah.

Rapat dipimpin Wakil Ketua Dewa ln Yohanes de Rosari di ruang sidang utama, Kamis (25 Juli 2019).

Yohanes de Rosari mengatakan, langkah Fraksi PDIP menibggalkan ruang sidang dan tak mengikuti lanjutan rapar Banggar merupakan hak PDIP. Hanya saja, selama ini sudah ada kebersamaan dalam setiap persidangan dan hal seperti itu sudah biasa.

Setelah anggota Dewan dari Fraksi PDIP meninggalkan ruang sidang, rapat Banggar dilanjutkan kembali.

Pada kesempatan itu de Rosari mengatakan, sektor-sektor penyumbang produk domestic regional bruto (PDRB) yang besar seperti pertanian, peternakan, dan perikanan belum mendapatkan perhatian dan intervensi yang memadai dari pemerintah. Apokasi anggarannya masih sangat minim.

Karena itu, ia meminta agar pemerntah harus menaikan alokasi anggaran bagi sektor-sektor penyumbang PDRB terbesar di Kabupaten Lembata tersebut karena sektor-sektor tersebut juga merupakan sektor pendukung pariwisata yabg merupakan leading sector du Lembata saat ini

“Harus ada realisasi anggaran yang konkret agar petani bisa sejahtera dan bisa ekspansi uaha pertanian dan peternakan dwngan baik. Sektor ini harus dipacu dengan intervenai anggaran yang memadai,” tegas de Rosari.

Anggoya Banggar Anton Leumara menegaskan, persentase dari struktur ekonomi ada tiga sektor yakni sektor primer, sekunder, dan tersier. Ia mempertanyakan apakah sektor pertanian juga dibagi persentasenya sesuai porsi penyumbang PDRB dari sektor sektor ini. Berapa persentase anggaran dari APBD untuk pertanian, peternaka, perikanan, dan pertambangan.

Sulaiman Syarif, anggota Banggar lainnya mengatakan, sektor-sektor penyumbang PDRB terbesar tapi intervensi anggaran masih terlampau rendah.

Intervenai anggaran barus juga pada sektor penyumbang PDRB.
Pemerintah sudah lakukan MoU dengan beberapa kabupaten. “Kita dukung tapi harus ada intervenai pemerintah. Harus kalkulasi data produksi. Intervensi perikanan juga harus tepat sasaran,” kata Sulaiman.

Kepala Bappeda Kabupaten Lembata Said Kopong mengatakan, sekror primer penyumbang PDRB erbesar. Dari gambaran anggaran di samping Dunas Pariwisata dan Dunas Pekerjaan Umum (PU), leading sektor di Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan dan berkorelasi dengan alokasi anggaran. Dinas PU juga penting karena infrastruktur sebagai pendukung.

“Arah pembangunan perkuat sektor pariwisata, pertanian dan perikanan yang dapat alokasi lebih besar dari urusan yang lain.
Alokasi lain agar terbatas kendala pada kapasitas atau kemampuan porsi belanja untuk urusan wajib yang sdh dimandatori khusua pendidikan 20 persen, kesehatan 15 persen, infrastruktur 25 persen dan add 10 persen,” kata Kopong.

Pemerintah, lanjutnya, mengalokasikan anggaran untuk memicu pertumbuhan pendapatan daerah yang baru.

Dua kerja sama yang sudah ditandatangani yakni Belu dan m
Manggarai Barat. Untuj Belu diprioritaskan pada sektor pertanian dan perikanan dan pimpinan beri ruang ke Timor Leste menggunakan ruang yang disiapkan Pemerintag Kabulaten Belu. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *