Fritz Langotukan, Menerobos Hujan Menyapa Konstituen

Fritz Langotukan, Menerobos Hujan Menyapa Konstituen
Anggota DPRD Lembata dari Fraksi Demokrat Paulus Toon Tukan menyerahkan bantuan sembako di Desa Lewoeleng, Kecamatan Lebatukan, Selasa, 19 Mei 2020.

 

Lembatanews.com – Hujan masih mengguyur Lewoleba dan sejumlah wilayah di sekitarnya pada Selasa, 19 Mei 2020 sekitar pukul 13.30. Namun, tekadnya sudah bulat harus turun bertemu konstituennya. Itulah yang mendorong Paulus Toon Langotukan yang lebih akrab disapa Fritz Langotukan nekat menerobos hujan, menyapa konstituen, menjemput senyuman lewat penyaluran bantuan sembako.

Di Desa Lewoeleng, Kecamatan Nubatukan, cuacapun tak bersahabat. Hujan masih terus mengguyur. Kabut menyelimuti srbagian wilayah. Jarak pandang tak sampai tiga meter. Mobil merayap perlahan menyusuri jalanan semen masuk keluar dusun.

Masa reses kali ini, benar-benar dimanfaatkan Fritz Langotukan untuk menyapa warganya mengantar sejumput senyum bagi mereka di tengah pandemi Covid-19. Wabah virus yang berasal dari Wuhan, China ini benar-benar telah membawa dampak ekonomi yang kuat biasa bagi seluruh masyarakat. Masyarakat terdampak tentunya membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk membantu meringankan beban hidup mereka di tengah masa Pandemi Covid-19 ini.

 

Itu pulalah yang mendorong Fritz Langotukan menyisihkan sedikit dari yang ia miliki selama lebih kurang tujuh bulan pengabdiannya di gedung Peten Ina, DPRD Lembata.

Prinsip sama rasa yang ia kedepankan, adalah prinsip yang luar biasa. Ia ingin sama rasa senang, sama rasa susah dengan masyarakat. Sama rasa di sini tidak saja kepada masyarakat yang pada perhelatan politik lalu me dukungnya dengan memilih atau mencoblosnya sehingga lolos duduk di kursi gedung Peten Ina. Tetapi juga kepada semua masyarakat yang ikut mendoakan perjuangannya sehingga ia meraih sukses itu.

Sehingga, bantuan yang ia berikan tidak saja ditujukan kepada para pemilih di dapilnya, tetapi juga kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan s nyuhan dan ukuran tangan.

 

“Data tidak hanya dari tim tapi juga semua warga desa walau tidak.mendukung, karena mendukung tidak hanya saat memilih saja tapi juga lewat doa. Dan setelah mendukung untuk duduk maka saat ini saya memberikan bantuan sebagai wujud sama rasa,” kata Fritz Langotukan saat memberikan bantuan di Dusun 4 Desa Lewoeleng, Kecamatan Lebatukan, Selasa, 19 Mei 2020.

Untuk wilayah Lewoeleng, bantuan yang diberikan sebanyak 102 paket kepada 102 kepala keluarga (KK) di empat dusun di desa ini.

Dengan penyaluran bantuan di Lewoeleng maka sudah lima desa di Lebatukan yang telah disalurkan bantuan paket sembako. Minggu depan, menurut rencana akan kembali menyalurkan bantuan untuk dua desa tersisa yakni Hadakewa dan Desa Waienga.

Di hadapan warga, ia juga mengatakan bahwa saat ini ia juga menyiapkan satu unit dump truk yang nantinya dapat dimanfaatkan warga. Untuk pelayanan air bersih, mengingat BUMDes juga menyiapkan tmobil angki menyurkan air yang dijual seharga Rp10 ribu, maka agar tidak mematikan usaha BUMDes, ia pun sepakat menerapkan harga Rp10 ribu.

“Tapi khusus untuk acara kedukaan, air dilayani gratis,” katanya.

 

Dia mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat juga diimbau untuk mentaati protokol kesehatan dan anjuran pemerintah, seperti rajin mencuci tangan, stay at home atau tinggal di rumah, jika terpaksa keluar rumah harus m nggunaka masker, dan selau menjaga jarak.

Menurutnya, virus Corona ini sangat tergantung pada pribadi masing-masing. Jika bisa menjaga diri dengan mengikuti protokol kesehatan dan tidak bepergian ke daerah Pandemi maka tidak akan terjadi apa-apa.

Tokoh masyarakat Lewoeleng Paulus Fatin Maing menyampaikan terima kasih kepada Fritz Langotukan yang sebelumnya sudah didukung masyarakat dengan mati-matian dan berhasil lolos ke gedung Peten Ina dan sekarang masyarakat sudah dapat menerima dan memanfaatkan hasilnya yang tidak untuk saat ini saja tetapi untuk jangka panjang.

“Mari hargai dan hormati dia untuk lima tahun ini dan juga perjuangan lima tahun ke depan, dan harus dimulai dari sekarang,” katanya.

 

Kehadirannya di tengah masyarakat, kata Maing, tidak saja untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk mend ngatka aspirasi dari masyarakat untuk diteruskan dan diperjuangkan di gedung Peten Ina.

“Dari hatimu yang ikhlas itu kita merasakan bagian dari kemampuan yang diberikan untuk Lewotana. Di tempat ini dan datang dan bagian dari harapan kami. Kapan saja dan di mana saja kalau ada sesuatu yang dibutuhkan pasti kami datang ke engkau. Berbuat dari sekarang hasilnya akan berbuah banyak suatu saat nanti,” kata Paulus Maing. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *