Gelar Rapat Banggar secara Tertutup, ini Penjelasan Ketua DPRD Lembata Petrus Gero

Gelar Rapat Banggar secara Tertutup, ini Penjelasan Ketua DPRD Lembata Petrus Gero
Ketua DPRD Lembata Petrus Gero
 

Lembatanews.com – DPRD Lembata pada Senin, 26 Juli 2021 menggelar rapat Badan Anggaran (Banggar) dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Hanya saja, rapat yang digelar untuk membahas pertanggungjawaban APBD 2020 itu dilaksanakan secara tertutup dan tertutup untuk umum. Awak media yang meliput pun tak diizinkan masuk ke ruang rapat utama gedung Peten Ina, tempat digelarnya rapat ini.

Pantauan Lembatanews.com di ruang rapat utama gedung Peten Ina, rapat dipimpin Ketua DPRD Lembata Petrus Gero yang juga sebagai Ketua Banggar DPRD Lembata. Ia didampingi Wakil Ketua DPRD Lembata Begu Ibrahim.

Kendati dalam masa PPKM berbasis mikro sesuai Instruksi Bupati Lembata, yang dalam salah satu poinnya menyatakan bahwa semua rapat termasuk rapat DPRD dilakukan secara virtual, namun dalam rapat kali ini dihadiri langsung TAPD dipimpin Ketua TAPD Paskalis Ola Tapobali yang juga adalah Sekda Lembata.

Rapat-rapat di gedung Peten Ina yang biasanya dapat diikuti dari luar ruangan rapat utama karena menggunakan pelantang suara pun kali ini tak dilakukan. Pelantang suara hanya untuk di dalam ruang rapat utama.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero usai rapat menjelaskan, pembicaraan di dalam Banggar belum tentu menjadi sebuah keputusan tetapi masih dalam proses dan belum pada titik final pengambilan keputusan. Namun, terkadang hal-hal yang dibicarakan sudah telanjur terekspose padahal belum tentu nanti termuat dalam dokumen APBD.

Karena itu, dalam rapat Banggar dengan TAPD, ia menawarkan kepada forum rapat agar rapat dilaksanakan secara tertutup dan disetujui forum rapat Banggar.

Hasil rapat, kata Petrus Gero, baru dapat disampaikan kepada media setelah selesai rapat, atau dapat diikuti saat rapat Paripurna penyampaian hasil rapat Banggar dengan TAPD.

Seharusnya, kata Petrus Gero, rapat Banggar digelar di ruang rapat Banggar, namun karena ruangan tak mencukupi sehingga menggunakan ruang rapat utama, apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dengan menggunakan ruang rapat utama, maka bisa diatur jarak aman sesuai protokol kesehatan.

“Pembahasan dilakukan selama empat hari dan nanti pada Jumat paripurna laporan hasil kerja Banggar dan TAPD,” katanya.

Rapat Banggar dengan TAPD pada hari pertama membahas pendapatan yang tak mencapai target perubahan APBD 2020.

Dari laporan realiasi pendapatan karena relokasi dan refocusing maka capaian pendapatan asli daerah (PAD) sejauh ini baru 64 persen dari target setelah perubahan APBD 2020 sebesar Rp68,93 miliar, atau pencapaian sebesar Rp44,24 miliar lebih.

Untuk itu, bersama TAPD, forum Banggar melakukan evaluasi dan memberikan masukan untuk memperbaiki kinerja guna mencapai target pendapatan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *