Gelar Turnamen Voli Pantai di Mingar, untuk Geliatkan Ekonomi Masyarakat

Gelar Turnamen Voli Pantai di Mingar, untuk Geliatkan Ekonomi Masyarakat
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat membuka pertandingan volli pantai putri di lapangan foli pantai Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun, Sabtu, 8 Agustus 2020. Ia didampingi Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero dan pimpinan OPD.

 

Lembatanews.com – Pertandingan voli pantai dan sepakbola antar instansi atau antar organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata digelar di lapangan voli pantai di Pantai Watan Raja Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun. Pertandingan ini dalam rangka menyongsong HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tingkat Kabupaten Lembata.

Pertandingan voli pantai mengawali rangkaian pertandingan antar OPD yang dibuka Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dengan melemparkan bola ke tim voli pantai putri Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan yang tampil perdana menghadapi tim voli pantai putri Bapelitbangda, pada laga perdana Sabtu, 8 Agustus 2020 sore.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengatakan, rangkaian pertandingan digelar di Mingar pada Sabtu dan Minggu untuk mengangkat potensi pariwisata di Pantai Watan Raja Mingar, Desa Pasir Putih.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Kapolres Lembata AKBP Yoce Marthen, dan Ketua DPRD Lembata Petrus Gero menyaksikan pertandingan perdana voli pantai mempertemukan tim putri Bapelitbangda vs Dinas Penanaman Modal, di Pantai Watan Raja Mingar.

 

Dengan demikian, desa dan kecamatan tidak lagi terlampau bergantung pada kabupaten sehingga destinasi wisata Minggat harus bisa dituntaskan tahun ini.

Untuk Mingar, kata Bupati Sunur, harus digerakkan karena masyarakatnya belum berorientasi wiraswasta.

“Beda dengan di Kedang, Dikesare Lewolein, orang Lamahaka Adonara dan Solor yang sudah berjiwa dagang,” katanya.

Karena itu, ia mengajak anggota DPRD Lembata dari Fraksi PKB Yos Boli Muda yang adalah putra asli daerah Mingar untuk bantu berikan motivasi,” tegasnya.

Aktivitas pariwisata, lanjutnya, tidak jauh dengan aktivitas ekonomi dan dagang. Masyarakat bisa berdagang makanan lokal, hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.

Suasana pertandingan tim.voli putri Bapelitbangda (menghadap kamera) vs Dinas Penanaman Modal, PTSP-Ketenagakerjaan.

 

Dalam berdagang, kata Bupati Sunur, apa yang dijual harus punya daya tarik. Selain itu, pedagang harus menjemput pembeli. Tidak bisa hanya menunggu pembeli datang membeli.

“Dagang harus menjemput orang untuk datang. Sekarang masih menunggu orang yang datang. Jadi harus diubah,” tegasnya.

Mingar, lanjutnya, harus jadi dan harus tumbuh sehingga ia meminta untik.dikeroyik beramai-ramai. Karena, jika Mingar bertumbuh, mqkqnia akan menarik daerah lainnya di selatan untuk ikut bertumbuh. Mingar akan menjadi titik simpul dan titik tumbuh dalam koridor Lamalera.

Apalagi, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat telah berkomitmen membangun jalan hingga ke Lamalera, sehingga Pemkab akan konsentrasi membangun jalan ke desa-desadan jika jalan ke Lamalera sudah bagus maka akan mendorong pertumbuhan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *