Gemuruh terus Terjadi, Beredar Hoax Gunung Ile Ape Erupsi Dasyat pada 1 Oktober 2021

Gemuruh terus Terjadi, Beredar Hoax Gunung Ile Ape Erupsi Dasyat pada 1 Oktober 2021
Erupsi Dasyat Gunung Api Ile Lewotolok pada November 2020 lalu.

 

Lembatanews.com – Gemuruh yang terus terjadi di Gunung Api Ile Lewotolok selama pekan terakhir, telah menimbulkan beredarnya i formasi tidak benar alias hoax di tengah masyarakat Ile Ape yang bermukim di seputaran lereng gunung Ile Lewotolok. Beredar hoax bahwa akan terjadi erupsi yang sangat dahsyat pada 1 Oktober 2021 mendatang.

Hoax itu langsung dibantah tegas oleh pihak Pos Pengawasan Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok.

Pemantau Gunung Ile Lewotolok Stanislaus Arakian dalam pernyataannya kemarin, menjelaskan bahwa ia mendapatkan informasi via telpon dari Ketua BPD Desa Tanjung Batu Oskar Ola Langobelen yang menginformasikan bahwa terdapat isu yang beredar di masyarakat bahwa pada 1 Oktober 2021, katanya ada bencana lagi yaitu erupsi Gunung Ile Ape (Lewotolok) dengan memuntahkan lahar panas yang lebih dasyat.

“Dengan ini kami dari Pos Pengamatan Gunung Api (Ile/Ili) Lewotolok membantah dan menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik atau cemas, karena berita tersebut adalah *HOAX* yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas Stanislaus Arakian.

Dikatakannya, update Gunung Lewotolok saat ini masih di level siaga, akan tetapi dari data data kegempaan dan pengamatan lainnya, aktivitas Gunung Lewotolok ini cenderung menurun secara fluktuatif, mengingat minimnya gempa gempa suplai dari kedalaman.

Masyarakat, lanjutnya, harus membaca rekomendasi sebagai berikut; (1) Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ili Lewotolok, maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama di saat musim hujan.

(2) Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi Gunung Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).

(3) Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.

(4) Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *