Hasil Rapid Test, Satu Warga Lembata Positif Corona

Hasil Rapid Test, Satu Warga Lembata Positif Corona
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata didampingi Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai, Kapolres Lembata AKBP Janes Simamora dan Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali saat memberikan oenjelasan.

 

Lembatanews.com – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata menjelaskan bahwa telah dilakukan rapid test terhadap dua orang mahasiwa. Dari hasil tes yang dilakukan tersebut, mahasiswa dari Yogyakarta (P-1) berjenis kelamin laki-laki dinyatakan positif Covid-19. Sedangkan mahasiswi (P-2) setelah dites hasilnya negatif.

Bupati Sunur menjelaskan hal itu dalam jumpa pers di Posko Utama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kantor Bupati Lembata, Selasa, 14 April 2020.

“Setelah kemarin perintahkan segera lakukan tindakan beberapa orang dan dua yang perlu diraoid test, terutama saudara P-1, laki-laki, mahasiswa dari Jogja, tiba d Ngan Veri tanggal 9april 2020 dan sudah beberapa hari di Lewoleba,” terang Bupati Sunur.

Setelah dilakukan rapid test terhadap P-1 dan P-2, hasilnya P-1 dinyatakan positif, sedangkqn P-2, mahasiswi dari malang dinyatakan negatif.

“Dengan dasar ini maka hari ini ada suspek di Kabupaten Lembata satu orang. Selanjutnya akan lakukan rapid test mata rantai P-1 yakni pacarnya, orangtua dan calon mertua dan setelah ini dari rumah sakit sudah ambil tindakan lakukan rapid test. Mudah-mudahan tidak bertambah lagi,” tegas Bupati Sunur.

Sebelumnya, mahasiswa asal Jogja ini saat tiba di Lewoleba langsung berkumpul bersama teman-temannya dan minum mabuk dari satu gelas. Ia sempat dijemput tim Gugus Tugas dan melakukan karantina.

Karena itu, petugas akan melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang sudah melakukan kontak dengan P-1.

Kepala Dinas Kesehatan dr Lucia Shandra mengatakan, P-2 yang hasilnya non reaktif dan negatif Covid-19 akan kembali dilakukan rapid test kedua sepuluh hari lagi. Sebab, walau hasilnya negatif, belum tentu ia negatif Covid-19. (tim lembatanews)

5 Komentar


  1. Kenapa baru dengan hasil rapid test, langsung di bilang positif corona, bgmana kalo setelah hasil test selanjutnya menyatakan negatif.

    Balas

  2. untuk hasil rapid test belum bisa kita klaim orang tersebut terpapar covid-19. dan sekalipun orang tersebut dikatakan negatif berdasarkan raped test maka belum tentu juga dia tidak terpapar. karena raped test hanya pemeriksaan dengan menggunakan sampel darah, bukan cairan dari hidung atau tenggorokan. mohon di pahami soal ini sebelum mempublis beruta. sehingga masyarakat tidak panik.

    Balas

  3. Positif covid 19 atau tidak harus melalui swab test..kalau masih rapid test belum bisa dipastikan.

    Balas

  4. Kenapa masih diberlakukan adanya penyebrangan(veri).pak Bupati.ingat nyawa masyarakat Lembata

    Balas

  5. Lembata-lomblen manis. Waspada. Kita semua bisa memiliki sebab itu diminta oleh pemerintah tinggal dirumah saja. Semoga yang terkena cepat sembuh dan pemerintah secepatnya dideteksi semua yang dalam perjalanan dari kupang lewoleba. salam dan doa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *