Hidupkan Kembali Poskamling untuk Pantau Setiap Pendatang Baru

Hidupkan Kembali Poskamling untuk Pantau Setiap Pendatang Baru
Aparat Satuan Lalulintas Polres Lembata didukung Koramil dan Puskesmas Lewoleba melakukan sosialisasi Covid-19, Senin, 23 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Ancaman Covid-19 yang tidak main-main mendapat respons luar biasa dari pemerintah. Untuk mengantisipasi masuknya orang-orang dari luar, selain mengawasi pintu-pintu masuk baik pelabuhan maupun bandar udara, perlu pula dengan menghidupkan kembali pos keamaan lingkungan (poskamling) di setiap kelurahan.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 di halaman kantor Bupati Lembata, Senin, 23 Maret 2020 yang dipimpin Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai didampingi Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali. Rapat dihadiri pula para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, pimpinan OPd dan para camat.

Dalam diakuai, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Patrisius Emi Ujan mengatakan, sistem pengamanan lingkungan harus mulai dihidupkan untuk memantau setiap orang yang masuk ke desa dan kelurahan.

Sehingga, setiap camat, lurah dan kepala desa tahu ada orang baru yang masuk ke wilayahnya. Sehingga, jika datang dari daerah transmisi Covid-19 maka bisa langsung dilakukan pemantauan.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Apolonaris Mayan mengatakan, pemerintah mengimbau dan mengarah kepada orang untuk tidak berkumpul tapi di sisi lain, pemerintah.menggelar pertemuan dan masih berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Ia juga mengimbau agar perlu dilakukan operasi pasar menyikapi harga bahan kebutuhan pokok yang sudah mulai naik.

“Jadi tidak saja omong soal Covid-19 tapi implikasi Covid-19 terhadap ekonomi masyarakat. Jangan sampai konsen di Covid-19 dan ambruk di ekonomi. Untuk itu perlu dilakukan operasi pasar,” tegas Apol Mayan.

Ia juga mengimbau agar dalam proses pemantauan harus dilakukan secara persuasif dan secara baik dengan tetap menjaga privasi mereka yang dipantau.

Ia juga melihat langkah isolasi mandiri yang sedang dilakukan saat ini belum.sepenuhnya dipahami masyarakat. Karena itu, diperlukan sosialisasi persuasif agar dipahami oleh masyarakat.

Ia juga menyinggung soal penguburan orang mati. Tradisi masyarakat Lembata selalu berkumpul dalam setiap upacara kematian. Tradisi seperti ini juga harus diantisipasi, karena banyak orang akan datang saat orang mati.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai pada kesempatan itu mendukung usulan untuk kembali mengaktifkan poskamling. Sehingga, dalam jumlah yang sedikit, poskamling bisa berfungsi ganda. Selain menjadi tempat sosialisasi kebersihan lingkungan, narkoba, seks bebas, dan HIV-AIDS, poskamling juga menjadi tempat sosialisasi Covid-19.

Sehingga, poskamling juga bisa membantu memantau keluar masuk orang-orang ke lingkungannya.

Terkait orang mati, Wabup Langodai mengingatkan untuk senantiasa waspada. Walau sejauh ini belum ada orang Lembata yang terjangkit, tetapi tetap waspada.

Sebab, lanjut Wabup Langodai, pada saat orang mati, dan ada keluarga yang datang dari jauh perlu diwaspadai, apalagi datang dari daerah yang sudah terpapar.

“Maka yang penting tetap jaga jarak, sosial distancing. Jaga jarak satu dengan yang lain. Dan dijelaskan pula Covid-19 itu apa agar saat imbau jaga jarak mereka juga tahu virus ini,” tegas Langodai.

Ia juga m ngimbau agar dalm.masa karantina mandiri ini, segala urusan adat istiadat prminangan, dan lainnya terkait perkawinan agar ditunda terlebih dahulu.

“Nikah tunggu suasana dan kondisi membaik,” tegasnya.

Sosialisasi
Pada Senin, 23 Maret 2020 sekitar pukul 09.15 personel Polres Lembata (Satuan Lantas) bersama personel TNI/Koramil 1624-03 Lewoleba serta personel Dinas Kesehatan/Puskesamas Kota Lewoleba melaksanakan keiatan himbauan dan sosialisasi menggunakan pengeras suara maupun alat peraga lainnya di kawasan pertokoan dan lokasi Taman Kota Swalsoa Titen untuk menyikapi situasi nasional berkaitan dengan penyebaran virus Corona/Ccovid-19.

Imbauan dan sosialisasi menekankan ajakan kepada masyarakat untuk saling membantu melawan dengan tindakan nyata. Menghindari kontak fisik dengan orang lain,menghindari kegiatan di keramaian.
Imbauan lainnya yakni belajar dan bekerja di rumah untuk sementara waktu. Rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas.

Dalam kegiatan tersebut juga dipraktikkan cara mencuci tangan yan baik dan benar. (tim lrmbatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *