Hoax Air Laut Naik, Warga Panik Tinggalkan Rumah, Satu Meninggal

Hoax Air Laut Naik, Warga Panik Tinggalkan Rumah, Satu Meninggal
Warga Kota Lewoleba panik dan meninggalkan rumah pada Sabtu, 17 April 2021 dini hari. Ada yang berjalan kaki dan ada yang menggunakan sepeda motor dan mobil.

 

Lembatanews.com – Informasi tidak benar (hoax) terjadinya air laut pasang dan tsunami yang menyebabkan air laut naik di Kota Lewoleba pada Sabtu 17 April 2021 dini hari sekitar pukul 00.00, menimbulkan kepanikan luar biasa di tengah masyarakat. Warga yang bermukim di sepanjang pantai Lewoleba berhamburan keluar rumah dan mencari perlindungan di daerah ketinggian.

Kepanikan yang terjadi menyebabkan salah seorang warga Kota Lewoleba terjatuh dan dilarikan ke Rumah Sakit Bukit Lewoleba. Nyawa korban tak dapat diselamatkan. Set lah sempat dirawat, korban akhirnya meninggal dunia.

Pantauan lembatanews.com pada Sabtu, 17 April 2021 dini hari, warga yang panik akhirnya ikut-ikutan lari meninggalkan rumah. Kebanyakan dariereka hanya menyelamatkan diri tanpa membawa apa pun. Ada pula yang hanya membawa tas pakaian seadanya. Tampak pula yang membawa koper pakaian.

Ada di antara warga yang mengendarai sepeda motor dan mobil. Tetapi, ada pula warga yang berjalan kaki menuju ke lokasi ketinggian.

Lokasi tujuan warga kebanyakan menuju Lusikawak dan bukit Anugerah Kasih di belakang Pasar Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur.

Warga panik dan lari ke ketinggian karena mendengar informasi bahwa sejumlah rumah di kawasan Kampung Nyamuk, Rayuan Kelapa, dan sekitarnya sudah terkena dampak air laut naik. Apalagi, sebelum hoax menyebar, sempat terjadi bunyi gemuruh yang berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Api Ile Lewotolok.

Ada pula yang ikut lari meninggalkan rumah, karena.melihat warga lainnya sudah lari mencari lokasi aman untuk berlindung.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali yang dihubungi mengatakan, sejauh ini belum ada peringatan dini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait adanya gelombang pasang. Kendati adanya peningkatan aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok, kata dia, namun sejauh ini belum ada peringatan dan penyampaian dari pos pemantau.

Ia mengatakan, tidak benar adanya informasi air laut naik yang telah menyebabkan kepanikan.

Karena itu, ia telah memerintahkan Dinas Komunikasi dan Informatika untuk melakukan kolong keliling guna meminta warga kembali ke rumah dan tetap waspada.

Stanis Arakian, dari Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok menegaskan bahwa isu tentang tsunami adalah hoax dan tidak benar.

“Tadi adalah erupsi gunung api disertai dentuman atau gemuruh kuat,” tegasnyq.

Letusan di sertai lontaran material pijar sejauh lebih kurang 1.000 meter ke arah timur, dengan amplitudo 29 mm, dengan lama durasi 35 dtk

Pantauan media ini, setelah ada kepastian tidak adanya gelombang pasang, dan adanya pengumuman keliling serta aparat kepolisian yang turun mengimbau warga untuk kembali, akhirnya warga pun mulai kembali ke rumah masing-masing. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *