Inisiator Perda Inisiatif Serahkan Naskah Akademik ke Pimpinan Dewan

Inisiator Perda Inisiatif Serahkan Naskah Akademik ke Pimpinan Dewan

Acara penyerahan naskah akademik lima usul ranperda inisiatif DPRD Lembata di ruang g kerja Ketua DPRD Lembata, Jumat, 14 Februari 2020.

 

Lembatanews.com – Para anggota DPRD Kabupaten Lembata yang menjadi inisiator pengajuan rancangan peraturan daerah (Ranperda) inisiatif mengajukan lima buah Ranperda inisiatif kepada pimpinan DRPD Lembata. Lima Ranperda inisiatif yang diajukan untuk penomoran dan pembahasan lebih lanjut di Dewan itu yakni Ranperda tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat, Ranperda tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin, Ranperda tentang Penegasan Batas Adminstrasi Desa, Ranperda tentang Pencegahan Malaria, dan Ranperda tentang Penanganan Difabel di Kabupaten Lembata.

Penyerahan naskah akademik dan dokumen pendukung lainnya dilakukan di ruang kerja Ketua DPRD Lembata, Jumat, 14 Februari 2020 dan diterima Ketua DPRD Lembata Petrus Gero bersama Wakil Ketua Gewura Fransiskus dan Begu Ibrahim untuk selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris DPRD untuk dilakukan penomoran.

Paulus Toon Tukan menyerahkan draf naskah akademik Ranperda tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin yang diterima Wakil Ketua Gewura Fransiskus, Jumat, 14 Februari 2020.

Ranperda pertama tentang Pencegahan Malaria dan Ranperda tentang Penanganan Difabel diserahkan anggota Komisi 3 Petrus Bala Wukak. Ranperda tentang Penegasan Batas Administrasi Desa diserahkan Syamsudin, anggota Komisi 2 DPRD Lembata. Sementara Ranperda tentang Pengelolaan dan Pemberdayaan Pasar Rakyat diserahkan Wakil Ketua Komisi 2 Simon Beduli, sedangkan Ranperda tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin diserahkan oleh Paulus Toon Tukan.

Ketua DPRD Lembata Petrus Gero pada kesempatan itu menyamoqikan puji dan syukur kepada Tuhan atas penyelenggaraannya para inisiator akhir ya bisa menyerahkan lima ranperda inisiatif yang semla dijadwalkan baru akan diserahkan pada masa sidang III, namun sudah bisa diserahkan pada masa sidang I.

Selain itu, dari target lima ranperda inisiatif yang sudah dimasukkan dalam agenda Bapemperda, akhirnya dapat diajukan semuanya pada sidang I ini.

“Atas nama pimpinan saya sampaikan terima kasih semoga berproses lebih lanjut dan hasilkan produk hukum yang berhasil dan bermanfaat bagi daerah. Produk hukum yang urgen untuk mengatasi persoalan di daerah ini.

Lima ranperda inisiatif yang direncakan dan kelimanya sudah diajukan naskah akademiknya,” kata Petrus Gero.

Ia juga berterima kasih kepada para inisiator dari Komisi 1, 2, dan 3 yang sudah menjadi inisiator pengajuan ranperda ini. Diharapkan, ranperda yang ada nantinya dapat menjadi produk hukum yang menjadi kekuatan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Kepala Bagian (Kabag) Pada Sekretatiat DPRD Lembata Jhon Botoor menjelaskan, langkah selanjutnya setelah pengajuan dokumen ranperda dari para inisiator adalah  dilakukan penomoran, untuk kemudian diajukan ke Bapemperda untuk dikaji.

Setelah melalui pengkajian di Bapemperda, terang Botoor, baru dijadwalkan sidang penyampaian dan penjelasan dari inisiator terkait ranperda yang diajukan.

“Kalau misalnya ada tanggap menanggap maka dilanjutkan dengan pendapat fraksi terima atau tidak atas ranperda inisiatif yang diajukan,” katanya.

Dia menjelaskan, pengajuan ranperda inisatif ini menjadi ukuran lembaga ini dan 2020 harus sudah melahirkan Perda inisiatif. Dari Bagian Persidangan, lanjutnya, mengharapkan agar pada setiap masa sidang selalu ada ranperda inisiatif yang diajukan oleh Dewan agar jangan hanya dari pemerintah.

“Itu harapan kami dari persidangan. Ini jadi salah satu indikator untuk mengukur kinerja DPRD, terlepas dari aspek adminiatrasi dan tugas fungsi DPRD yang lainnya,” tandas Botoor. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *