Izin Penambangan CV Lima Satu Masuk Kawasan Hutan

Izin Penambangan CV Lima Satu Masuk Kawasan Hutan

Lembatanews.com – Izin pertambangan galian nonlogam dan batuan yang dimiliki CV Lima Satu ternyata masuk dalam kawasan hutan lindung berdasarkan SK 3911 yang mengatur tentang kawasan hutan. Hanya saja, karena proses perizinannya dilakukan saat diberlakukannya SK 423 yang menyatakan kawan itu berada di luar kawasan hutan lindung, maka CV Lima Satu masih boleh beroperasi di lokasi hutan lindung karena telah mendapatkan izin sebelum diterbitkan SK 3911.

Penegasan itu disampaikan Linus Lawe, Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah Lembata kepada lembatanews di Lewoleba, Kamis (15 Agustus 2019).

Ia menjelaskan, berdasarkan SK 423, maka areal milik CV Lima Satu yang masuk kawasan hutan lindung hanya 1,2 hektare. Namun, jika merujuk SK 3911 maka banyak areal milik CV Lima Satu yang masuk kawasan hutan lindung.

Hanya saja, lanjutnya, yang lebih berwewenang menyatakan sebuah kawasan masuk hutan lindung atau tidak adalah Balai Penetapan Kawasan Hutan (BPKH) yang berkedudukan di Kupang.

Lagipula, proses izin untuk CV Lima Satu sudah jauh sebelum diterbitkannya SK 3911. Karenanya, CV Lima Satu masih tetap beroperasi di areal yang izinya telah dikantongi hingga batas waktu izinnya habis.

Selanjutnya, jika mereka memperpanjang izinya, barulah dapat dilakukan revisi untuk disesuaikan dengan SK 3911.

“Jadi karena mereka sudah miliki izin yaereka tetap beroperasi di lokasi yang sudah ada izinnya itu,” tegas Lawe.

Dalam rapat Badan Anggaran DPRD Lembata dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kamis (15 Agustus 2019), Ketua TAPD Anthanasius Aur Amuntoda mengatakan, di Lembata saat ini hanya CV Lima Satu yang mengantongi izin pertambangan galian nonlogam dan batuan. Hanya saja, lanjutnya, saat iniereka telah keluar dari lokasi berizin dan menambang di lokasi yang tidak berizin. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *