Jamin Kesehatan Daging, Dinas Peternakan Sidak Penjagal Pinggir Jalan

Jamin Kesehatan Daging, Dinas Peternakan Sidak Penjagal Pinggir Jalan
Kanisius Tuaq, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata

 

Lembatanews.com – Menjamin kesehatan hewan yang dijagal untuk dijual kepada masyarakat, maka Dinas Peternakan Kabupaten Lembata melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik jagal di pinggir jalan di dalam Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata. Hingga kini, terdapat sepuluh titik jagal yang tersebar disejumlah tempat-tempat strategis di pinggir jalan di dalam Kota Lewoleba.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq kepada Lembatanews.com, Selasa, 9 Juli 2020 menjelaskan, sidak dilakukan terhadap para pejagal yang menjagaku dan menjual daging di jalan-jalan tanpa izin. Sidak dilakukan setelah surat dari dinasdtidak direspins para penjagal. Sidak juga dilakukan untuk memastikan izin dan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih.

“Kalau tidak memiliki izin jagal dan surat keterangan kesehatan dikhawatirkan jika ternak dalam kondisi sakit maka bisa berbahaya keracunan terhadap masyarakat,” terang Kanis Tuaq.

Ia berharap, setiap lapak yang menjajakan daging babi harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan, agar menjamin kenyamanan setiap pembeli.

Dijelaskannya, para penjagal yang menjual daging di pinggir jalan dalam Kota Lewoleba semuanya belum memiliki izin jagal. Karenanya, diarahkan agar mengurus izin jagal dan mengantongi surat keterangan kesehatan serta diwajibkan untuk dilakukan di rumah potong hewan (RPH) di Terminal Barat Waikomo yang menurut rencana akan dilaunching akhir Juli atau awal Agustus mendatang..

Jika semua penjagal sudah diarahkan ke RPH, terangnya, selanjutnya akan diatur penjadwalan jagal “Tiap hari rencananya kita atur dua orang yang jagal,” katanya.

Diuraikannya, setelah berkoordinasi dengan para penjagal, mereka sudah bersedia dipindahkan ke RPH Waikomo. “Setelah kami lakukan edukasi bahwa sngat berisiko memotong ternak tanpa pemeriksaan apalagi di musim Pandemi Covid-19 seperti ini, mereka mau urus surat keterangan kesehatan,” katanya.

RPH saat ini, paparnya, sudah difasilitasi, dan fasilitasnya sudah cukup lengkap. Di antaranya, air, listrik dan peralatan potong. Pihaknya juga menerapkan tarif jagal yang relatif murah yakni sebesar Rp50 ribu per ekor. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *