Julie Sutrisno Laiskodat Beri Perhatian Khusus pada Ibu Hamil dan Menyusui, Anak-anak juga Balita

Julie Sutrisno Laiskodat Beri Perhatian Khusus pada Ibu Hamil dan Menyusui, Anak-anak juga Balita
Julie Sutrisno Laiskodat, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem didampingi Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat berdialog dengan para pengungsi di SMPS Santu Pius X Lewoleba, Sabtu, 17 April 2021.

 

Lembatanews.com – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Julie Sutrisno Laiskodat dalam kunjungannya ke posko penampungan pengungsi korban banjir bandang, memberikan perhatian khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan balita. Ia siap membantu pasokan makanan tambahan dan susu untuk membantu asupan nutrisi bagi mereka.

Saat berdialog dengan para pengungsi di Posko Pengungsi Santu Pius X, Posko Kelurahan Lewoleba Tengah, dan Posko SMPN 1 Nubatukan, pada Sabtu, 17 April 2021, berulang kali ia meminta data lengkap ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dqn balita yang ada di posko penampungan. Selain data jumlah merek, ia juga meminta diberikan data kebutuhan dasar para pengungsi agar bantuan yang diberikan merupakan bantuan yang benar-benar dibutuhkan.

Ia bahkan mengingatkan para pengungsi untuk tidak hanya mau menerima begitu saja semua bantuan padahal tidak dibutuhkan.

Kepada wartawan, Julie Laiskodat berjanji akan memenuhi kebutuhan harian para pengungsi terutama ibu hamil, ibu menyusui, lansia dan anak-anak.

Julie meminta Kepala Desa Waimatan Mus Betekeneng mencatat semua kebutuhan itu untuk dilaporkan langsung kepadanya.

Julie Sutrisno juga mengatakan, ia sudah membawa juga pakaian layak pakai untuk kebutuhan para pengungsi. Namun dia minta kepala desa mendata kebutuhan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita sehingga dia akan mendatangkan makanan tambahan, susu, dan vitamin untuk mereka.

Saat ini, ia yakin kebutuhan makan minum sudah memadai. Sehingga, yang perlu dipikirkan adalah menuju bulan kedua, ketiga, dan seterusnya seperti apa.

Karena itu, Julie meminta masukan dari masyarakat pengungsi, kebutuhan-kebutuhan yang perlu dibantu selama berada di tempat pengungsian, hingga nanti direlokasi oleh pemeritah.

“Saya minta agar kebutuhan ibu ibu didata dan disampaikan. Bagi ibu hamil dan menyusui agar didata dan dapat dipasok nutrisi agar meski dalam masa bemcana asupan nutrisi terjamin. Saya butuh masukan dari bawah. Jangan pasrah saja terima-yerima padahal tidak butuh,” tegas Julie.

Kebutuhan pendampingan untuk anak-anak, lanjutnya, juga sangat diperlukan. Jika membutuhkan tenaga pendamping psikologis dan pembelajaran, ia siap membantu agar pembelajaran di tempat pengungsian pun tetap dilaksanakan.
Para guru juga diminta untuk kreatif dalam pembelajaran di tempat pengungsian agar anak-anak tidak semakin stres dalam kondisi seperti saat ini.

Terkait permintaan untuk memperhatikan anakanak yang saat ini kuliah, Julie meminta untuk didata semua anak yang orangtuanya menjadi korban banjir yang saat ini sedang sekolah baik jenjang SD, SMP, SMA, dan di perguruan tinggi agar bisa dicarikan jalan keluarnya.

“Saya bisa minta Pak Gubernur untuk bantu biaya (kuliah) beberapa bulan ini selama orangtua di tempat pengungsian. Tapi sekali lagi, saya butuhkan data,” kata Julie.

Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung mengatakan, hari ini merupakan satu kesempatan yang diberikan Tuhan dan patut berterima kasih karena di situasi yang sangat sulit ini, bisa hadir bersama anggota DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dan Bupati Lembata bertemu dan melihat langsung kondisi para pengungsi.

“Sesuai rencana, besok saya misa di Lewotolok. Tapi karena kondisi belum terlalu temangmaka saya buat misa di gereja (Paroki St. Maria Banneux Lewoleba,” kata Uskup Frans.

Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen memakaikan kain sarung tenun khas Ile Ape kepada Bunda Julie Sutrisno Laiskodat.

 

Kehadiran di lokasi pengungsian, kata Mgr Frans, mengingat waktunya singkat, srhingga warga pengungsi diminta dapat disampaikan kepada Ibu Julie, bupati juga kepadanya.

Ia juga mengajak semua warga pengungsi untuk berjuang bersama agar cepat melewati situasi sulit yang tengah dihadapi itu.

“Tentu kerja keras pemerintah mulai dari Pusat, provinsi dan Pemda di sini. Semua kita dalam situasi sulit, situasi darurat tentu tidak bisa buat banyak hal secepatnya, tapi berjuang bersama agar cepat pulih,” kata Mgr. Frans.

Bupati Eliaser Yentji Sunur menyampaikan bahwa semua kebutuhan UMKM milik warga yang rusak akan diganti semuanya.

Pemerintah, lanjutnya, sedang mencari rumah untuk disewa supaya bisa pindah ke sana. Skemanya sudah disetujui BNPB yakni penyewaan rumah sampai rumah relokasi disiapkan. Pemerintah juga akan memenuhi kebutuhan makan minum selama di rumah sewa.

Dalam kunjungan itu, Julie Sutrisno Laiskodat berkesempatan bertatap muka dan berdialog dengan.para pengungsi di tiga lokasi penampungan, yakni di Posko SMPS Santu Pius X, Posko Kelurahan Lewoleba Tengah, dan Posko SMPN 1 Nubatukan.

Julie Sutrisno Laiskodat dan Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung bersama Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur bahkan rela berjalan kaki dari posko Kelurahan Lewoleba Tengah menuju Posko SMPN 1 Nubatukan untuk bertemu para pengungsi.

Pantauan lembatanews.com, saat tiba di Pelabuhan Jety Wulenluo, Julie Sutrisno Laiskodat dijemput Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Ketua DPRD Lembata Petrus Gero, dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Lembata Hendrik Mosa Langobelen bersama jajaran pengurus.

Setelah sapaan adat, Ketua DPD NasDem Lembata Hendrik Mosa Langobelen memakaikan kain tenunan khas Ile Ape kepada Bunda Julie. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *