Juru Mudi KM Maju 08 Tak Mampu Kendalikan Kecepatan Kapal

Juru Mudi KM Maju 08 Tak Mampu Kendalikan Kecepatan Kapal

 AKBP Janes Simamora
 Kapolres Lembata

Lembatanews.com – Tabrakan yang terjadi antara KM Shinpo 16 dengan KM Maju 08 yang menyebabkan KM Shinpo tenggelam di kolam labuh Pelabuhan Lewoleba pada Selasa (10 Desember 2019) pukul 18.15, disebabkan saat hendak sandar samping di KM Shinpo, juru mudi yang mengendalikan kapal tak mampu mengendalikan kapal yang saat itu melaju dengan kecepatan 3-4 Knot. Sehingga, tabrakan tak bisa terhindarkan

Demikian dikatakan. Kapolres Lembata AKBP Janes Simamora dalam konferensi pers di Mapolres Lembata, Rabu (11/12).

Kapolres James mengatakan, setelah tabrak terjadi, pihaknya telah.meneoma laporan dengan pelapor kapten KM Shinpo 16 Sularjo dan ngan.terlapornya kapten KM Maju 08.

KM Shinpo sudah sandar di Pelabuhan Lewoleba pada Selasa (10 Desember) dan pagi itu sudah melakukan pembongkaran. Hingga pukul 15.00.pembongkatan semen dihentikan sementara dan dilanjutkan Rabu (11 Desember) pagi.

Selanjutnya, pukul 18.00, kapten KM Maju minta izin sandar samping di KM Shinpo dan dikendalikan juru mudi untuk sandar. Namun, saat mau sandar kecepatan.kapal.tidak mampu dikendalikan sehingga menabrak lambung kanan KM Shinpo dan bocor.

Semen Gresik yang dimuat KM Shinpo yang belum dibongkar ikut tenggelam dalam peristiwa naas itu.

“Saat ini, kapal yang menabrak lalu mundur dan lego jangkar di sekitar pelabuhan karena tidak ada tempat sandar di pelabuhan,” terang Janes.

Dari penyelidikan awal dan pemeriksaan saksi, kerugian diperkirakan sebesar Rp15 miliar.

Terkait evakuasi bangkai KM Shinpo dari kolam.labuh, Janes akui sudah berkoordinasi lisan dengan kepala Syahnandar. Ia berharap kepala Syahnandar dapat menginisiasi pertemuan dengan pemerintah untuk membahas rencana pembersihan kolam labuh.

“Secara lisan sudah komunikasi dengan Syahbandar dalam rangka sambut Natal, kapal yang tenggelam dan embarkasi kapal yang datang. Sudah koordinasi apakah digeser agar tak ganggu bongkar muat di pelabuhan. Pak Wayan sampaikan masih di Kupang dan sudah koordinasi dengan pihak pusat untuk itu,” kata Janes. (Tim Lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *