Kades Tagawiti: Pembangunan dan Pendidikan di Kampung Maju karena Hasil Merantau

Kades Tagawiti: Pembangunan dan Pendidikan di Kampung Maju karena Hasil Merantau

Lembatanews.com – Kepala DesaTagawiti, Kecamatan Ile Ape Ismail Wunu memuji keberhasilan para pekerja migran indoneaia (PMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Tagawiti. Pujian itu bukan tanpa dasar. Tetapi karena dari hasil mereka merantau pembangunan dan pendidikan di Desa Tagawiti menjadi jauh lebih maju.

Dasar itulah yang mendorong Pemerintah Desa Tagawiti langsung menerbitkan Peraturan Desa (Perdes) Nomor 3 Tahun 2016 tentang Desa TKi sebagai implementasi dari Perda Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Perlindungab TKI Kabuoaten Lembata.

Saat tampil sebagai pemateri dalam seminar sehari Menggugat Komitmen Pemda Lembata dalam Implemebtasi Perda Nomor 20 Tahun 2015 di Hotel An’nisa, Selasa (23 Juli 2019), Ismail mengatakan, migrasi orang Tagawiti dan Lembata umumnya agak lain. Berangkat merantau dengan mengurua sendiri dokumeb dan dari aisi permasalahan, sangat minim para perantau mandiri dari Lembata yang bermasalah di luar negeri

Menurutnya, merujuk UU 39 perlindungan negara sangat kurang. Negara lebih memperhatikan para tenaga kerja yang diberangkatkan oleh pemerintah melalui PJTKI.

Karena itu, Perdes lahir karena dari sisi aturan sangat jelas. Data TKI di luar negeri sangat tinggi dan penyumbang devisa terbesar. Hasil pembangunan, pendidikan di kampung banyak dari hasil menjadi TKI. Jadi migrasi tak bisa dilarang. Desa diberi ruang dan berdampak pada anggaran tapi masyarakat masih bermigrasi. Kegiatan pemberdayaan dab pelatihan sudah dilakukan namun masih saja terjadi migrasi.

Apalagi, mereka yang merantau dengan pekerjaan sangat bagus terkadang hanya pulang cuti dan kembali lagi ke sana.

Ia juga mendorong Pemkab Lembata segera mewujudkan rumah tunggu untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *