Kampung tak Bersinyal, Dambakan Sinyal dari Menteri Kominfo

Kampung tak Bersinyal, Dambakan Sinyal dari Menteri Kominfo
Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Seranggorang Theodorus Tanda Kotan.

 

Lembatanews.com – Memasuki wilayah Lewodoli, Desa Seranggorang, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, maka komunikasi dengan dunia luar serasa hilang. Semahal mahalnya handphone (HP) yang Anda miliki serasa tak mempunyai arti lagi. Paling banter hanya untuk memainkan musik, dan game dari aplikasi yang ada di dalamnya. Dusun berpenduduk kurang lebih 125 jiwa itu belum merdeka dari kungkungan jaringan telekomunikasi yang belum mampu menjangkau daerah ini.

Kampung asal Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTT Benediktus Polo Maing ini belum memiliki sinyal telekomunikasi yang memadai untuk mendukung komunikasi.

Lembatanews.com yang turut serta dalam rombongan Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT Aleksander Take Ofong menyaksikan langsung bagaimana masyarakat di kampung ini merasa terjajah.

Mendapat kunjungan wakil rakyat, mereka pun tak segan-segan mengungkapkan kerinduan mereka bisa merasakan hasil kerja Menteri Komunikasi dan Informasi Johnny G Plate, putra terbaik NTT ini. Masyarakat ingin menikmati komunikasi yang nyaman dan menikmati kemudahan di era digital ini.

Di kampung ini sebenarnya sudah tiga kali disurvei tim dari Kementerian Komunikasi dan Informasi RI yang bekerja sama dengan Bhakti Kominfo. Sayangnya, setelah lahan sudah dinyatakan layak dan warga sudah bersedia menghibahkan lahan seukuran 10×10 meter untuk lokasi pembangunan BTS, ternyata Bhakti Kominfo membatalkan rencana pembangunan BTS itu.

Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Seranggorang Theodorus Tanda Kotan saat menerima kehadiran Aleksander Take Ofong di Gereja Santu Yohanes Pembaptis Lewodoli pada Senin 19 Oktober 2021 sore mengaku kesal dengan pembatalan sepihak oleh Bhakti Kominfo yang tak jadi membangun BTS di kampung itu.

Menurutnya, survei oleh petugas lapangan (PL) Bhakti Kominfo sudah dilakukan sejak tahun 2019. Survei bahkan dilakukan sebanyak tiga kali. Dari hasil survei pertama dan kedua, lokasinya sudah dinyatakan layak. Selanjutnya, oleh warga pemilik lahan, menghibahkan lahan sesuai kebutuhan dan sudah dibuatkan berita acara hibah tanah dan ditandatangani di atas meterai.

Hanya saja, setelah lahan dihibahkan, Bhakti Kominfo tak kunjung membangun BTS yang didambakan masyarakat. Oleh PL Bhakti Kominfo menyampaikan pembatalan pembangunan yang membuat warga kecewa.

Saat ditanya alasan pembatalan hanya karena mau dibangun BTS di Desa Balirebong kian menambah kekecewaan warga. Apalagi, PL mengatakan bahwa warga Lewodoli akan mendapatkan pancaran sinyal dari BTS Balirebong, kekecewaan kian membuncah.

“Untung pemerintah desa belum kasih uang sirih pinang untuk pemilik tanah,” katanya kecewa.

Selain karena alasan pembangunan BTS di Balirebong, alasan lain yang disampaikan adalah karena adanya pergantian koordinator, sehingga pembangunan BTS di Lewodoli batal dilaksanakan

Padahal, lanjutnya, sesuai informasi yang diperoleh, lahan di Balirebong belum disediakan. Lagipula, lahan di Balirebong adalah lahan milik warga Lewodoli.

Sementara itu, Simon Petrus Baoninang, Ketua Dewan Stasi Santu Yohanes Pembaptis Lewodoli mengatakan, alasan pembatalan karena mau dibangun BTS di Balirebong sangat tidak masuk akal sebab, di sana lahan saja belum ada.

Sedangkan di Lewodoli, tiga lokasi yang disurvei semuanya layak. Dua lokasi yang disurvei awal bahkan sudah dibuatkan berita acara hibah lahan oleh pemilik tanah.

Ia berharap, dengan sudah adanya lokasi yang layak dan telah dihibahkan, dapat segera dibangun BTS untuk memudahkan komunikasi dan membantu anak sekolah.

Seminggu yang lalu, lanjutnya, tim dari Telkomsel sempat turun untuk melakukan survei pembangunan tower. Lokasi sudah ditemukan di dekat lokasi kuburan Poloama.

Lahan 9×20 meter sudah disiapkan oleh warga yang siap menghibahkan lahan untuk pembangunan tower Telkomsel.

“Kalau bisa kami minta bangun secepatnya sudah, agar masyarakat bisa menikmati dan komunukasi bisa lancar,” kata Simon Petrus Baonaning.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi NTT Aleksander Take Ofong saat berkunjung ke Lewodoli dalam rangka reses di desa tersebut menyambut baik aspirasi yang disampaikan warga. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi masyarakat Seranggorang itu kepada Menteri Komunikasi dan Informasi.

“Saya minta bapak ibu lengkapi data seperti berita acara hibah lahan dan data lainnya supaya nanti saya teruskan ke Pak Menteri,” kata Ofong.

Menurutnya, jika dibatalkan atau dipindahkan lokasinya, harus disampaikan secara jelas kepada masyarakat agar masyarakat puas.

Saat ini, lanjutnya, Kementerian Komunikasi dan Informasi memiliki program menyelesaikan masalah telekomunikasi di era digital karena itu infrastruktur digital sudah jadi kebutuhan dasar. Bukan lagi kebutuhan tambahan dan HP bukan lagi barang mewah.

“Kita tidak bisa berkembang tanpa alat komunikasi. Karena itu Pak Menteri sampaikan akan turunkan BTS di desa-desa terpencil yang terpenting sudah ada listrik dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan pemerintah desa. Tahun 2023 seluruh desa di Indonesia sudah terjaring telekomunikasi bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Kominfo,” tandas Aleks Ofong. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *