Kasi Murid Minum Air Kotor, Oknum Guru Sint Pieter Lolondolor Dipolisikan  

Kasi Murid Minum Air Kotor, Oknum Guru Sint Pieter Lolondolor Dipolisikan  
Maria Goreti Pain, orangtua siswa korban penyiksaan oknum guru SMPK Sint Pieter Lolondolor, Leuwayan saat melaporkan kasus itu di Polsek Omesuri di Balauring, Senin (3 Februari 2020).

 

Lembatanews.com – Oknum guru pada SMPK Sint Pieter Lolondolor, Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata dipolisikan orangtua siswa setelah kasus penyiinlsaan terhadap sejumlah murid di sekolah itu terungkap. Laporan ke Kepolisian Sektor (Polsek) Omesuri dibuat Maria Goreti Paun (49) warga Dusun Ramuq Auq, Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri pada Senin (3 Februari 2020) karena tidak terima anaknya Ignasius Reha Amuntoda (13) disiksa minum air kotor dan dipukuli oleh oknum guru itu.

“Saya tidak terima anak saya disuruh minum air kotor, berlumut dan bau kencing bahkan dipukul pakai kayu di bagian belakang. Kalau pukul saya masih terima tapi disiksa minum air kotor yang penuh dengan jentik dan berlumut saya tidak terima,” ungkap Mery.

Ignasius anaknya itu merupakan satu dari 27 siswa kelas VII SMPK Sint Pieter Lolondolor yang menjadi korban siksaan oknum guru.

Ia menceritakan kejadian itu baru diketahui saat anaknya bersama temannya belajar malam di rumahnya. Para siswa disiksa minum air kotor yang berlumut dan penuh jentik serta bau kencing karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah.

Mery yang mendengar pengakuan anak-anak langsung melaporkan kejadian tersebut kepada polisi di Polsek Omesuri.

Sebelum ke polisi, Mery sudah terlebih dahulu melaporkan peristiwa itu kepada Kepala SMPK Sint Pieter Lolondolor, tetapi kepala sekolah meminta agar persoalan itu tidak perlu dibesar-besarkan dan dapat diselesaikan di sekolah.

Namun, bersama sejumlah siswa, ia.lalu membawa persoalan itu ke Polsek Omesuri didampingi Wakil Ketua KPAPD Desa Leuwayan.

Ia berharap, aparag Polsek Omesuri menindak tegas oknum guru tersebut sesuai undang-undang yang berlaku, karena perbuatannya sangat tidak terpuji dan tidak menyenangkan. “Kalau bisa guru tersebut diberhentikan dan diproses sesuai aturan,” harapnya.

Kejadian ini dibenarkan siswa lainnya Maria Inaq yang akrab disapa Marni. Ia mengaku dipaksa minum air kotor jika tidak bisa menghafal 30 sampai 50 kosa kata Bahasa Inggris.

Marni mengaku sangat kecewa dan trauma karena hal ini sudah berulang kali dilakukan oknum guru tersebut.

“Saya takut dan trauma pergi sekolah apalagi les Bahasa Inggris. Kadang kami dipaksakan menghafal 30 sampai 50 kosa kata. Kalau tidak hafal, kami disuruh minum air kotor setengah gelas kalau tidak dari jerigen langsung diminum,” ungkap Marni.

Laporan polisi diterima anggota jaga Polsek Omesuri Brigpol Rikhardus Seran Nahak dengan nomor laporan polisi SPTL/03/I/2020/Polsek Omesuri.

Brigpol Richard Seran membenarkan laporan tersebut sudah diterima, dan ia sudah berkoordinasi dengan pihak terkait sambil menunggu Kanit Reserse Kriminal Kembali dari Lewoleba. (sumber bentara.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *