Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Lembata kembali Batasi Kegiatan Masyarakat

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Lembata kembali Batasi Kegiatan Masyarakat
Ilustrasi. Petugas dengan alat pelindung diri lengkap saat berada di depan ruang jenazah RSUD Lewoleba.

 

Lembatanews.com – Covid-19 masih terus mengkhawatirkan. Penambahan jumlah kasus masih terus terjadi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata kembali membatasi kegiatan masyarakat yang berpotensi mengumpulkan banyak orang. Pembatasan kegiatan masyarakat ini diberlakukan sejak Rabu, 14 Juli 2021 hingga Rabu, 14 Juli 2021

Pembatasan kegiatan masyarakat tertuang dalam surat pemberitahuan Nomor: BU.440/1336/PEM/VI/2021, tanggal 23 Juni 2021 yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali yang diterima Lembatanews.com pada Rabu, 23 Juni 2021.

Terdapat 11 poin penting dalam surat pemberitahuan itu, di antaranya, pembatasan kegiatan keagamaan, baik di gereja, masjid maupun pura hanya diizinkan dengan peserta maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan/tempat.

Pesta, perayaan, syukuran ditiadakan. Untuk kegiatan kumpul keluarga (kelurga inti dan atau keluarga serumpun) yang diadakan di rumah atau gedung, dihadiri maksimal 10 orang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).

Selanjutnya untuk acara kedukaan, baik di dalam ruangan dan atau di luar ruangan (tempat terbuka) hanya diizinkan dengan peserta maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan/tempat.

Sementara untuk penyelenggaraan rapat (termasuk rapat-rapat DPRD), pertemuan/sosialisasi, bimtek/FGD dan kegiatan sejenis lainnya yang dilakukan instansi pemerintah maupun pihak lainnya dan dilaksanakan di dalam ruangan dibatasi maksimal 10 orang dan di luar ruangan maksimal 20 orang.

Penyelenggaraan rapat (termasuk rapat-rapat DPRD), pertemuan/sosialisasi, bimtek/FGD dan kegiatan sejenis lainnya yang dilakukan instansi pemerintah maupun pihak lainnya dengan melibatkan personel dari luar instansi/pihak lain tersebut dilaksanakan melalui video converence/dalam jaringan.

Terkait kegiatan persidangan yang diselenggarakan di Pengadilan Negeri Lembata, rapat-rapat Forkompinda, rapat-rapat Satgas Covid-19 maupun rapat-rapat Komando Tanggap Darurat/ transisi darurat menuju pemulihan bencana dikecualikan dalam ketentuan ini dan dilaksanakan sesuai Prokes yang berlaku.

Kegiatan-kegiatan sebagaimana dimaksudkan pada point lima (5) yang dilaksanakan di luar ruangan (menghadirkan peserta lebih dari 10 orang) dan berskala kabupaten wajib melaporkan dan mendapatkan persetujuan dari Satgas Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Lembata, sementara untuk yang berskala kecamatan dan desa wajib memperoleh rekomendasi dari Satgas Covid tingkat kecamatan.

Untuk pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan oleh ASN, pimpinan OPD, diminta mengatur kembali jam kerja setiap ASN pada masing-masing instansi secara bergilir (shift) sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing dengan memperhatikan kapasitas ruangan yang ada. Pengaturan jam kerja ini bukan berarti bekerja dari rumah.

Seluruh pimpinan instansi agar melakukan sterilisasi kantor dan lingkungan kantor dengan penyemprotan disinfektan secara berkala.

Kendati membatasi kegiatan masyarakat, namun sejauh ini Pemkab Lembata masih membolehkan pelayanan pelayaran rakyat dari dan ke Lembata.

Update Data COVID 19 Kabupaten Lembata, Rabu, 23 Juni 2021, rapid antigen 36 orang dengan hasil positif 4 orang, dari Kecamatan Nubatukan. Kasus aktif bertambah 4 orang menjadi 35 orang, tersebar di 4 Kecamatan yakni Nubatukan, Lebatukan, Ile Ape, dan Wulandoni.

Pengiriman Sampel SWAB untuk Tes PCR di Kupang sebanyak 28 sampel.

Total kasus positif di Lembata 330 kasus, sembuh 283, masih dirawat 35, dan meninggal dunia 12 orang. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *