Keluarga MRS, Korban Penganiayaan Siap Hadapi Laporan Kasus Persetubuhan Bawah Umur

Keluarga MRS, Korban Penganiayaan Siap Hadapi Laporan Kasus Persetubuhan Bawah Umur

Lembatanews.com – Keluarga MRS, korban penganiayaan oleh oknum ASN Setda Kabupaten Lembata menyatakan siap untuk menghadapi laporan balik keluarga SA (15) atas dugaan persetubuhan anak di bawah umur.

Mahmud Doni, ayah kandung MRS (17) kepada wartawan di kediamannya, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Kamis (5 November 2019) menegaskan, keluarga besarnya sama sekali tidak gentar menghadapi laporan terkait tuduhan persetubuhan anak di bawah umur yang dilapotkan.

Menurut Doni, persoalan yang dihadapi itu sudah masuk ke soal harga diri keluarga. Sehingga kalau anaknya bersalah ia mempersilakan untuk diproses.

“Tapi kami minta agar saat pemeriksaan, anaknya dan SA didudukkan bersama untuk dikonfrontasi di hadapan masing-masing orang tua,” kata Doni.

Ia juga minta agar sebelum anaknya diperiksa atas tuduhan dugaan persetubuhan anak di bawah umur, polisi agar segera memeriksa dan menahan para pelaku penganiayaan terhadap anaknya.

Hal itu, lanjutnya, perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat keluarga besarnya sudah sering bertanya soal hal itu.

“Keluarga besar juga akan membuat laporan kedua dengan laporan pasal pemfitnaan dan pencemaran nama baik atas tuduhan pencurian HP milik SA oleh anak saya yang menjadi alasan penganiayaan terhadap anak saya,” tandas Doni.

Achan Raring, warga Lembata yang memberikan perhatian khusus pada masalah penganiayaan anak bawah umur ini mengatakan, persoalan itu sudah dikomunikasikan dengan TRUK-F, JPIC SVD Ende, juga dengan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Perwakilan NTT.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan ibu Mersi, Ketua Divisi Advokasi dan Perlindungan Anak, Kanwil Hukum dan HAM Provinsi NTT yang menjanjikan akan melaporkan persoalan itu kepada Gubernur NTT

Dalam komunikasi itu, Ibu Mersi juga mengontak pejabat di Polres Lembata dan.meminta agar proses hukum.kasus.penganiayaan anak di bawah umur diprioritaskan dan sampai tuntas karena sudah menjadi perhatian publik.

“Saya tegaskan dan ingatkan kepada semua pihak untuk stop membuat pernyataan intimidatif dan berhenti mendekati keluarga korban untuk upaya menghentikan proses hukum,” tegas Raring.

Ia juga meminta kepada keluarga korban untuk.melapor kepada aparat penegak hukum untuk diproses jika ada pihak-pihak yang mencoba melakukan pendekatan dan meminta dana serta menghambat proses hukum atas kasus itu. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *