Kepala BNPB Rapat Dadakan di Bandara Wunopito

Kepala BNPB Rapat Dadakan di Bandara Wunopito
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo didampingi Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur berdialog dengan korban banjir bandang yang dirawat di RSUD Lewoleba, Rabu, 5 April 2021.

 

Lembatanews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letjen TNI Doni Munardo yang turun langsung memantau perkembangan penanganan bencana banjir bandang di Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata pada Rabu, 6 April 2021 langsung menggelar rapat dadakan usai turun dan dijemput di gerbang menuju ruang VIP Bandar Udara Wunopito, Lewoleba.

Didampingi Wakil Gubernur dan Senator Angelo Wake Kako langsung berbicara dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur dan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menanyakan kondisi dan kebutuhan apa saja yang masih kurang dan perlu dibantu.

Semua kebutuhan dan kekurangan baik logistik, tenda, masker, dan dokter untuk melayani para korban banjir bandang langsung disampaikan kepada para dirjen yang mendampingi untuk segera ditindaklanjuti.

Letjen Doni Usai mendengar dan menyikapi semua permintaan sempat berkelakar bahwa rapat sudah selesai dan siap ditindaklanjuti.

Usai diterima di bandara, rombongan Kepala BNPB langsung menuju ke Kelurahan Lewoleba Timur meninjau para pengungsi yang ditampung di sana. Setelah memantau kondisi para pengungsi ya g ditampung di Lewoleba Timur, Letjen Doni langsung menuju ke RSUD Lewoleba melihat dari dekat kondisi para korban luka-luka yang dirawat di sana.

Ia memberikan peneguhan dan mengharapkan kesembuhan dari para korban yang sedang dirawat di RSUD Lewoleba.

Kepada Bupati Lembata, Letjen Doni mengingatkan agar dalam penanganan p fungsi, diupayakan agar penampungan pengungsi di posko diminimalisir seminim mungkin. Para pengungsi diarahkan untuk diinapkan di rumah ya g disewakan atau di rumah penduduk.

Menurutnya, dengan diinapkan di rumah d Ngan biaya ditanggung pemerintah sebesar Rp500 ribu per bulan, akan lebih baik dan biayanya akan lebih murah ketimbang harus ditampung di lokasi penampungan terpusat.

“Mereka bisa memilih tinggal di rumah keluarga dan bantuan didrop ke rumah keluarga,” tegas Letjen Doni. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *