Kerja Sama BOPLBF, Pemda Lembata Pacu Kreativitas Variasi Olahan Produk dan Souvenir di Mingar

Kerja Sama BOPLBF, Pemda Lembata Pacu Kreativitas Variasi Olahan Produk dan Souvenir di Mingar
Chef Mikhael memberikan pelatihan kepada ibu-ibu pedagang kuliner di pusat kuliner Pantai Watan Raja Mingar, Desa Pasir Putih, Jumat, 25 September 2020.

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten Lembata bekerja sama dengan Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Jumat, 25 September 2020 mulai memacu kreativitas pelaku pariwisata yang lesu akibat serangan wabah virus Corona satu tahun belakangan ini.

Dua lembaga ini melatih 40 penjual kuliner di objek wisata Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, NTT. Pelatihan pembuatan makanan olahan siap saji ini dikemas untuk membantu masyarakat tetap mendapatkan pemasukan dan dapat menciptakan variasi olahan produk dan souvernir.

Produk ini dapat berfungsi sebagai makanan pokok dengan sistem penyajian yang cepat serta dapat dimakan langsung sebagai snack, memiliki daya simpan yang lama (bisa mencapai satu tahun selama kemasan tidak rusak).

Pelatihan pembuatan makanan olahan siap saji menampilkan Cheff Mikhael. Berlokasi di pantai wisata Mingar, Desa Pasir Putih, salah satu yang dilatih Chef Mikhael adalah makanan olahan siap saji menu ikan abon dan ikan asap.

40 peserta pelatihan yang terdiri dari ibu-ibu yang selama ini berjualan di objek wisata Mingar, Desa pasir Putih, sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berusaha untuk dapat mengetahui variasi olahan produk ikan.

Kadis Budpar Lembata, Apolonaris Mayan, melalui Kabid Promosi dan Pemasaran Pariwisata Agus Anton Ali mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Otorita Labuan Bajo Flores (BOPLBF), mendorong kreativitas masyarakat guna meningkatkan taraf ekonomi, terutama di objek wisata unggulan di Lembata.

Kegiatan dibuka Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, dihadiri oleh 11 anggota DPRD NTT dan Forkopimda Kabupaten. Lembata.

“Ada dua kegiatan yang digagas bersama-sama yakni pembersihan lokasi Pantai Mingar oleh peserta gerakan BISA dari Desa Mingar, dan pelatihan pengolahan makanan olahan siap saji oleh chef Michael dari Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo. Pelatihan ini untuk penjual kuliner di lokasi wisata Pantai Mingar,” ujar Kabid promosi dan Pemasaran Pariwisata, Agus Anton Ali.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Pariwisata, Wisjnu Handoko mengatakan, Badan Otorita Pariwisata (BOPLBF) ingin  memberikan dukungan kegiatan terhadap masyarakat yang akan dilaksanakan secara offline dengan kegiatan pelatihan pembuatan makanan olahan siap saji di Pantai Mingar.

Kegiatan ini dikemas untuk membantu masyarakat untuk tetap mendapatkan pemasukan dan dapat menciptakan variasi olahan produk dan souvenir.

Wisjnu Handoko menyebutkan, produk olahan ini dapat berfungsi sebagai makanan pokok dengan sistem penyajian yang cepat, serta dapat dimakan langsung sebagai snack, memiliki daya simpan yang lama (bisa mencapai satu tahun selama kemasan tidak rusak).

Kondisi ini sangat mendukung jaminan ketersediaan pangan dan distribusi produk dengan jangkauan yang lebih jauh.

Sementara itu, Bupati Lembata Eliaer Yentji Sunur, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, selama satu tahun terakhir, perkembangan wabah Covid-19 telah mengancam industri pariwisata global.

Aktivitas dan pendapatan para pelaku pariwisata dan ekononomi kreatif  menurun drastis. Untuk menanggulangi dampak dari  situasi ini, pemerintah menggulirkan berbagai paket stimulus dan recovery ekonomi untuk membantu memulihkan aktivitas dan pendapatan dari para pelaku ekonomi kreatif dan warga masyarakat disekitar objek-objek wisata, salah satunya melalui gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

Bupati Sunur menyebut, Pemerintah Kabupaten Lembata telah menetapkan rencana strategis periode 2017–2022 yaitu melakukan percepatan pembangunan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan menempatkan sektor pariwisata sebagai leading sector.

Pengembangan sektor pariwisata tidak hanya dilakukan dengan membangun sarana / fasilitas pendukung di objek wisata / desa wisata tetapi juga dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satunya adalah pelatihan pembuatan makanan olahan siap saji, sehingga kebutuhan wisatawan dapat terpenuhi dan berdampak pada peningkatan kunjungan serta kemajuan perkonomian masyarakat. (*/tm lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *