Kerja Sama Lembata-Nunukan Fokus Pada Aspek Kependudukan

Kerja Sama Lembata-Nunukan Fokus Pada Aspek Kependudukan

Lembatanews.com – Rencana kerja  sama sister city antara Pemkab Lembata dan Pemerintah  Nunukan, Provinsi Kalimantan  Utara akan lebih  difokuskan pada  aspek keoendudukan. Karena itu, Pemkab  Lembata perlu membangun komunikasi awal dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Nunukan agar pada saat penandatanganan  kerja sama nanti sudah jelas hal mana saja yang  perlu diatur.

Demikian dikatakan  Wakil Bupati Lembata  Thomas Ola Langodai sebelum bertolak  menuju Nunukan, kemarin.

Wabup Langodai mengatakan, dengan memfokuskan kerja sama pada asprk kependudukan, maka ketika pekerja migran dari Lembata ke Nunukan mereka di sana pun sudah tahu dan dokumen kependudukannya terdeteksi juga di Nunukan, baik KTP, kartu keluarga, maupun paspor.

Ia menjelaskan, sebelumnya Gubernur NTT menghendaki agar Pemprov NTT membangun kerja sama dengan Provinsi Kalimantan  Utara dan Kabupaten  Lembata yang sudah  memiliki Perda tentang Perlindungan terhadap Pekerja Migran Kabupaten Lembata serta enam desa yang sudah memiliki Perdes buruh migran yang melakukan kerja sama.

Namun, setelah dikaji, ternyata hampir semua kabupaten  memiliki pekerja  migran  yang pintu keluar  masuknya melalui Nunukan. Karena itu, dalam kerja sama nanti tidak hanya Lembata,, tapi semua kabupaten di NTT.

Hanyaasi dengan Pemprov, kerja sama tingkat kabupaten akan melibatkan seluruh kabupaten/kota  di NTT  karena semua kabupaten  memiliki warga yang bekerja ke Malaysia melalui pintu masuk Nunukan.

“Jadi supaya pada saat penandatanganan kerja sama nanti bisa berjalan sesuai harapan Gubernur, perlu komunikasi awal dan dibicarakan bersama poin kerja samanya,” kata Langodai.

Dengan kerja sama itu, lanjutnya, maka ke depan perlu pula dibangun rumah singgah. Di dalam rumah singgah itu, diupayakan pula untuk menghadirkan semacam perizinan satu atap untuk memudahkan pekerja migran mengurus dokumen. Sehingga proses perizinan seperti paspor, keterangan kesehatan dan lainnya bisa langsung diurus di rumah singgah.

Rumah singgah, lanjutnya, juga dapat memfasilitasi pelatihan tenaga kerja sesuau permintaan pasar. Agar, yang bisa ke perkebunan dilatih, begitu pula pekerja rumah tangga atau sektor jasa lain sesuai permintaan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *