Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait Desak Segera Tahan Tersangka Penganiayaan

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait Desak Segera Tahan Tersangka Penganiayaan
Arist Merdeka Sirait saat berdialog dengan Kapolres Lembata AKBP Janes Simamora.

 

Lembatanews.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak  (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait saat bertemu Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora dan Kepala Kejaksaan Negeri Lembata Aluwi mendesak untuk segera menahan tersangka pelaku penganiayaan anak di bawah umur yang saat ini sedang ditangani.

“Kalau perlu ditahan sebaiknya ditahan, karena dengar sudah dua kali pelimpahan dan akan segera P-21,” kata Arist Merdeka Sirait saat bertandang ke dua institusi penegakan hukum itu, Selasa, 3 Maret 2020.

Ia mengemukakan, kehadirannya di Lembata selain dalam menangani kasus kekerasan anak Mohamad Rizal Saputra yang agak unik karena selain ia mengalami kekerasan fisik sebaliknya dia juga dilaporkan atas tudihan melakukan hubungan seksual drngan anak di bawah umur.

“Ini unik karena dilaporkan oleh ASN dan ASN nya tidak ditahan. Kalau sudah memenuhi dua alat bukti seharusnya ditahan kalau sudah memenuhi dua alat bukti.

Kapolres Lembata AKBP Janes H Simamora mengatakan, dalam penanganan kasus ini, penyidik sudah dua kali memenuhi petunjuk jaksa dan berkasnya sudah dilimpahkan dua kaki ke jaksa dan tinggal.menunggu petunjuk dari jaksa.

Soal penahanan terhadap Abdul Syukur dan istrinya tidak.dilakukan karena pertimbangan keduanya suami-istri dan memiliki.anak. Jika keduanya ditahan.maka akan menelantarkan anak-anak mereka. Sehingga dalam kasus ini, Abdul Syukur dan istrinya tidak ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lembata Aluwi (dua dari kanan) saat menerima Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait di kantornya 

 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lembata Aluwi di hadapan Komnas PA dan LSM Permata mengatakan, kalau memenuhi syarat formil dan materil tentu sudah P-21.

Menurutnya, tugas jaksa menentukan layak atau tidak sebuah kasus itu disidangkan, karena kalau bilang nanti pengadilan yang menentukan, harus cek undang undang perkara yang menentukan layak disidangkan atau tidak adalah jaksa. Sebab, jaksa tidak ingin kasus yang didorongnya ke pengadilan diputus bebas.

“Kalau belum memenuhi syarat dan langsung limpahkan ke pengadilan dan nanti diputus tidak sesuai nanti jaksa dibilang bodoh,” tegas Aluwi.

Ia juga sudah.mendengar selentingan jaksa ikut bermain, kenapa jaksa kembalikan terus.

Namun, ia berjanji akan berupaya profesional dan pada saat tahap dua agar hadirkan semua keluarga dan pengacara.

Ia juga menegaskan bahwa ia sudah mengingatkan para jaksa untuk bekerja profesional. “Kalau ada anak buah saya yang bermain, silakan dilaporkan ke saya. Sudah dibuka pengaduan,” kata Aluwi.

Menurut rencana, pada Rabu, 3 Maret 2020 Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait akan hadir mengikuti deklarasi stop kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *