KM Ile Mandiri kembali Bawa Pelaku Perjalanan Reaktif Rapid Test Masuk Lembata

KM Ile Mandiri kembali Bawa Pelaku Perjalanan Reaktif Rapid Test Masuk Lembata
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur didampingi anggota DPRD Lembata Petrus Bala Wukak dan Camat Atadei Lambertus Charles saat memberikan keterangan pers di kantor Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Rabu, 17 Juni 2020.

 

Lembatanews.com – Dibukanya pelayaran antarpulau oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT berdasarkan surat edaran Gubernur NTT ternyata telah membawa dampak bagi Lembata. Di awal pembukaan pelayaran di era New Normal atau di Lembata diistilahkan dengan Back to Normal, KM Ile Mandiri membawa “hadiah” delapan orang pelaku perjalanan reaktif atau positif rapid test.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kepada wartawan usai penyerahan BLT dana desa di Desa Katakeja, Kecamatan Atadei, Rabu, 17 Maret 2020 mengatakan, sejak dibukanya pelayaran dan diperbolehkan memuat penumpang, KM Ile Mandiri telah memuat sebanyak 77 orang.

Dari ke-77 orang penumpang itu, langsung dilakukan rapid test. Sebanyak 30 orang dirapid test di RSUD Lewoleba, sedangkan 47 pelaku perjalanan lainnya di-rapid test di Dinas Kesehatan.

Setelah dilakukan rapid test, ternyata terdapat sebanyak delapan orang pelaku perjalanan yang dinyatakan reaktif rapid test.

“Konsekwensi dari pembukaan transportasi dan berlakukan rapid. Karena belum ada jaminan kepastian datang sudah rapid test, maka dilakukan rapid test. Itu tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat Lembata. Dari 77 orang yang diperiksa, 30 di RSUD dan 47 di Dinas Kesehatan di Puskesmas, hasilnya delapan orang pelaku perjalanan yang reaktif. Ada yang dari Kedang, dan Kota Lewoleba, termasuk Desa Pada,” tegas Bupati Sunur.

Ditegaskannya, sebagai tanda bahwa aksebilitas dibuka, namun harus dengan batasan-batasan sehingga Lembata tetap berlakukan rapid test dan jika tak dilakukan rapid test di Kupang, maka saat tiba di Lembata langsung dilakukan rapid tess dan untuk masyarakat yang ber-KTP Lembata dilayani secara gratis.

Langkah rapid test itu, terangnya, dilakukan sebagai deteksi dini dan mengingatkan masyarakat agar lebih hati-hati dan meningkatkan kesadaran.

“Jangan sampai drngan buka lalu dari zona hijau masuk dalam zona bukan hijau lagi. Ini yang harus dijaga,” tegas Bupati Sunur.

Terhadap delapan pelaku perjalanan yang reaktif rapid test tersebut, Bupati Sunur tegaskan bahwa mereka tidak dikarantina di rumah karantina Puskesmas Lewoleba di Desa Pada maupun di Puskesmas Balauring di Meru. Mereka akan dikembalikan ke desa dan dikarantina mandiri di desa masing-masing.

Sehingga, ia akan memanggil RT dan luar ah serta kepala desa agar membawa pulang mereka untuk dikarantina di desa. Ia pun tak mau ambil urus jika kepulangan pelaku perjalanan rapud test itu bakal ditolak warga.

Langkah tegas itu diambil untuk menunjukkan kepada masyarakat agar mereka juga mengurusnya dan jika m ndapatka. Reaksi penolakan, maka setiap warga bisa meminta keluarganya yang ada di luar untuk menahan diri dan tidak dulu pulang dalam situasi Pandemi Covid-19 ini.

Pemerintah, lanjutnya, sudah cukup besar menggelontorkan anggaran untuk membiayai orang yang dikarabtina. Jika semua orang yang positif harus dikablrabtiba terpusat maka akan semakin besar anggaran daerah tersedot untuk membiayai mereka. Maka, mereka dikembalikan ke desa agar kecamatan dan desa ikut menanggung biaya karantina mereka.

Ia juga mengancam jika dalam beberapa kali pelayaran ke d pan masih ada pelaku perjalanan yang reaktif rapid t at, maka ia tak segan-segan meninjau kembali kebijakan pembukaan pelayaran. Bahkan, jika eskalasinya meningkat tajam, maka ia akan menggunakan ketentuan UU untuk bersikap dan menutup kembali pelayaran p numpang.

Langkah tegas itu menurut ya harus diambil untuk menyelamatkan warga Lembata, sejauh para pelaku perjalanan masih meng depankan ego dan kepentingan diri s ndiri tanpa memikirkan kepentingan keluarga, dan masyarakat lain di Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *