Komisi 2 DPRD Lembata Soroti Pengerjaan Jalan tak Perhatikan Pemadatan Bahu Jalan

Komisi 2 DPRD Lembata Soroti Pengerjaan Jalan tak Perhatikan Pemadatan Bahu Jalan
Rapat dengan pendapat Komisi 2 DPRD Lembata dengan mitra dari Dinas PUPR dan Perhubungan, Rabu (29 Januari 2020).

 

Lembatanews.com – Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Lembata Kristoforus Richarm mengatakan, dalam kunjungan kerja (kunker) beberapa waktu lalu, banyak temuan yang didapati di lapangan. Ia mencontohkan, pekerjaan jalan yang tidak memperhatikan pekerjaan oemadatan bahu jalan. Bahu jalan yang ditimbun hanya dilakukan secara manual. Akibatnya, pada saat hujan, material timbunan bahu jalan langsung terbawa banjir.

Hal itu dikemukakan Kristoforus Richarm dalam rapat dengar pendapat Komisi 2 dengan mitra dari dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR ( Kabupaten Lembata di ruang rapat Komisi 2, Rabu (29 Januari 2020). Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi 2 Simon Beduli didampingi Sekretaris Hilarius Lukas Kirun.

Kristoforus Richarm mengatakan, untuk pekerjaan bahu jalan sudah dialokasikan anggarannya. Sayangnya, dalam.pelaksanaan tidak begitu mendapatkan perhatian serius dan terkesan dikerjakan asal-asalan tanpa pemadatan menggunakan peralatan yang memadai.

Selain itu, ia juga menemukan penggunaan.material urukan bahu jalan yang menggunakan material yang diambil dari daerah aliran sungai (DAS).

Ia juga menyoroti sejumlah pekerjaan minor lainnya yang tidak begitu diperhatikan seperti aspal pelapis beton dalam pekerjaan jalan dengan konstruksi rabat beton. Padahal, pekerjaan minor tersebut telah dialokasikan anggaran untuk melindungi pekerjaan mayor.

Ia.mencontohkan, pekerjaan minor aspal dianggarkan Rp100 juta untuk melindungi pekerjaan rabat beton sebagai pekerjaan mayor bernilai Rp5 miliar. Karenanya, pekerjaan minor jangan dianggap sebagai pekerjaan sepele karena ia berfungsi untuk melindungi pekerjaan mayor bernilai miliaran.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lembata Antonius Kohun mengatakan, terkait pekerjaan bahu jalan yang jadi sorotan, ia mengakui masih belum dikerjakan secara maksimal. Masih terdapat kekurangan material dan belum dilakukan pemadatan.

“Kita kan rekomendasikan pekerjaan sesuai kontrak dan proses pemadatan disesuaikan dengann alat,” katanya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *