KPA Ile Ape, Pramuka Smansa Nubatukan dan Bengkel 420 Bersihkan Pasar TPI

KPA Ile Ape, Pramuka Smansa Nubatukan dan Bengkel 420 Bersihkan Pasar TPI

Lembatanews.com – Pelajar dan sejumlah anak.muda yang tergabung dalam Kumpulan Pencinta Alam (KPA) Ile Ape, Pramuka SMAN 1 (Smansa) Nubatukan, dan Bengkel 420 menggelar aksi bersih-bersih dengan mengumpulkan sampah di Pasar TPI, Sabtu (12 Oktober 2019) sekitar pukul 15.30.

Yohanes Hansto Amasuba, Ketua KPA Ile Ape mengatakan, aksi bersih-bersih yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-20 Otonomi Daerah Kabupaten Lembata sebagai wujud kepedulian generasi muda terhadap Lembata.

Aksi bersih-bersih, lanjutnya, juga dilakukan agar wajah pasar lebih bersih karena di pasar menjual aneka bahan makanan yang nantinya akan dikonsumsi.

“Kami gelar aksi bersih-bersih karena ingin agar pasar ini lebih bersih karena anak pencinta alam tidak mau lihat lingkungan di Lembata penuh dengan sampah,” tegas Yohanes.

Sesuai rencana, dalam aksi perdananya itu, selain membersihkan sampah yang difokuskan mulai dari pintu masuk, area parkir dan di dalam pasar,  bersama komunitas pemerhati sampah lainnya mereka juga akan memancang sejumlah plang ajakan menjaga kebersihan dan larangan membuang sampah di sembarang tempat yang telah mereka buat.

“Ini kegiatan awal dan rencana setelah ini akan lanjutkan di pasar lainnya di dalam Kota Lewoleba,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih m niaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya yang sudah disediakan. Asyarajat agar jangan.lagi mengotori pasar yang merupakan pusat jual beli bahan makanan.

Menurutnya, jika sampah dibuang sembarang dan menumpuk di dalam kompleks pasar, akan menjadi pusat kerumunan lalat dan menjadi sumber penyakit.

Paskalis Relly Adrianus, anggota Pramuka Smansa Nubatukan mengatakan, selama ini Pramuka Smansa Nubatukan sudah sering terlibat dalm.aksi bersih-bersih seperti ini, dan.kali ini mereka bergabung bersama KPA Ile Ape dan Bengkel 420 untuk membersihkan sampah di kompleks Pasar TPI

Dikatakannya, sampah seharusnya tak di buang di sembarang tempat. Sampah harus dibuang pada tempatnya agar selain tidak menjadi sarang penyakit, juga agar dapat dimanfaatkan kembali.

Dia menilai bahwa di Lembata saat ini terlalu banyak tempat yang kotor karena sampah berserakan.

“Sampah bisa sebabkan penyakit kalau terlalu banyak menumpuk sebabkan jadi sarang penyakit,” kata Relly. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *