KPU Lembata Minta Hak Akses ke Data Kependudukan Dinas Dukcapil Lembata

KPU Lembata Minta Hak Akses ke Data Kependudukan Dinas Dukcapil Lembata
Suasana diskusi pemilu dan demokrasi KPU Lembata dan para wartawan media cetak dan online di ruang rapat KPU Lembata, Selasa, 30 Juni 2020.

 

Lembatanews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata dalam upayanya memperbaharui data pemilih di Kabupaten Lembata, tengah berupaya mendapatkan hak akses ke data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lembata. Selain telah bersurat secara resmi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, KPU juga sudah bertemu langsung Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mendiskusikan hal ini.

Demikian dikatakan Ketua KPU Lembata Eliaser Kaluli Making dalam diskusi pemilu dan demokrasi bersama para wartawan media cetak dan online yang bertugas di Lembata di ruang rapat KPU Lembata, Selasa, 30 Juni 2020.

Diskusi dihadiri Ketua KPU Lembata Elias Kaluli Making, dan jajaran komisioner antara lain Barnabas Marak, Ketua Divisi Teknis, Petrus Payong Pati, Ketua Divisi Program dan Data, Hermanus Haron Tadon, Ketua Divisi Hukum, dan Idris Beda, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat. Hadir juga Sekretaris KPU Lembata Jeremia Elia David Luase.

Elias Kaluli Making menjelaskan, selama ini, KPU mendapatkan data pemilih dari Dukcapil untuk dilakukan pemutakhiran data. Hanya saja, KPU menghadapi kendala karena sulitnya mengeluarkan data pemilih yang telah meninggal karena rujukannya pada DP4 yang diserahkan Dukcapil.

Sehingga, ia berharap, dengan bisa mengakses langsung data kependudukan di Dukcapil, akan lebih memudahkan KPU dalam pemutakhiran data.

Sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017, mensyaratkan kepada pemerintah daerah untuk setiap enam bulan sekali mengupdate data penduduk kepada KPU, yang kemudian diolah menjadi data pemilih. Namun, dengan kondisi saat ini, hal itu belum dapat dilakukan.

Karenanya, dibutuhkan kerja sama agar ke depannya KPU dapat mengakses data kependudukan di Dukcapil.

“Kita sudah Surati resmi pemerintah dan dalam pertemuan dengan Bupati juga sudah dibicarakan. Tinggal nanti Bupati berbicara dengan Dukcapil soal hal teknisnya baru diputuskan apakah boleh atau tidak. Kita harapkan bisa dapatkan hak akses (data kependudukan) dari pemda,” terang Kaluli Making.

Sementara itu, Ketua Divisi Program dan Data Petrus Payong Pati menambahkan, dalam pemutakhiran data untuk Lembata sedikit kesulitan karena suplai data dari Dukcapil agak sulit diperoleh. Padahal, jika dibandingkan dengan kabupaten lain, kerja sama KPU dengan Dukcapil berjalan baik sehingga proses pemutakhiran data pemilihnya pun tak terkendala.

Diakuinya, dalam tahun ini, pihaknya telah melakukan pemutakhiran data pemilih sejak Maret. Dari hasil pemutakhiran itu, pemilih laki-laki sebanyak 37.177, pemilih perempuan 45.161, total 82.338.

Selanjutnya pemutakhiran data April, pemilih laki-laki sebanyak 37.152, pemilih pemerepuan 45.155, total 82.307. selanjutnya pemutakhiran bulan Mei, pemilih laki-laki sebanyak 37.152, perempuan 45.161, total 82.313 pemilih.

Sedangkan untuk Juni sudah dilakukan namun karena belum diplenokan sehingga belum dapat disampaikan.

“Ada tambahan pemilih baru dan coret yang meninggal sehingga akurasinya lebih baik,” katanya.

Dalam proses pemutakhiran data ini juga, terangnya, selain m ndapatkan data dari aparat desa, penyelenggara pemilu, KPU juga mengambil data dari media sosial Facebook. Setiap ada informasi Kematian di FB, KPU mencocokan dengan data pemilih. Jika cocok dan setelah dicros check kebenarannya maka langsung dicoret.

Terkait data, Barnabas Marak, Ketua Divisi Teknis menambahkan, soal data pemilih, memang belum sepenuhnya clear. Proses perbaikan data DP4 dan sinkronisasi data yang telah dilakukan KPU RI dan diturunkan ke KPU kabupaten, ternyata tidak digunakan oleh Dukcapil. Mereka tetap berpatokan pada DP4 yang mereka serahkan awal sehingga menyebabkan data tetap kotor. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *