Kris dan Korri, Ditemukan Saat Kunjungan Presiden Jokowi

Kris dan Korri, Ditemukan Saat Kunjungan Presiden Jokowi
Dua sejoli Kris dan Korri yang dikuburkan dalam satu liang lahat di Pekuburan Katolik Komak, Kelurahan Lewoleba, Jumat, 9 April 2021.

 

Lembatanews.com – Tangis meledak tatkala jasad Kristianus Laba Bokilia ditemukan. Sejam kemudian, istrinya Kornelia Keling Wahang pun ditemukan. Kedua pasangan suami istri ini kemudian dievakuasi ke RSUD Lewoleba untuk dibersihkan dan dimasukkan ke dalam peti untuk kemudian diantar menuju rumah duka di Berdikari, Kelurahan Lewoleba Selatan, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Penemuan jasad Kris dan Kori bertepatan dengan peringatan enam bulan perkawinan mereka, Jumat, 9 April 2021 tepat di hari Lembata dikunjungi Presiden RI Joko Widodo.

Penemuan jasad Kris dan Korri tak lepas dari peran aktif 30-an pemuda asal Leuleaq, Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri yang dikoordinir oleh Ejo Tokan. Mereka telah tiga hari berjibaku bersama personel TNI, Polri, PMI, dan Basarnas dalam proses pencarian sejak Rabu-Jumat, 7-9 April 2021.

Perjuangan tiga hari tanpa lelah itu akhirnya berbuah hasil. Jasad Kris pun ditemukan. Kedatangan jasad Kris di rumah duka di Berdikari, di kediaman Apol Mayan disambut isak tangis keluarga.

Sejam kemudian, informasi jasad Korri pun ditemukan. Tangis duka pun pecah kian pilu menyambut kedatangan Korri.

Dua peti jenazah berjejer di depan rumah. Keluarga seakan tak percaya melihat suami-istri ini telah terbaring kaku dalam peti mati tanpa bisa melihat untuk terakhir kalinya jasad mereka.

Kepiluan kian menyayat karena kepergian keduanya membawa serta sang jabang bayi yang masih dikandung sang istri Korri.

Kris dan Korri pergi membawa serta calon penerus mereka. Mereka pergi membawa mati ikrar janji suci sehidup semati.

Maut pun tak memisahkan mereka ketika dalam satu liang lahat di Pekuburan Katolik Komak, Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, jasad keduanya dibaringkan.

Kisah cinta keduanya diawali dari pertemuan mereka di Malang saat merantau untuk menuntut ilmu. Perjaanan cinta mer ka penuh drama suka dan duka, pertengkaran dan perdamaian.

Namun, kesetiaan cinta mereka tak lekang oleh waktu. Keduanya kemudian mengikrarkan janji suci dalam sakramen perkawinan di Gereja Santa Maria Perantara, Stasi Atawatun, Paroki Tokojaeng. Di gereja ini pulalah, keduanya untuk terakhir kalinya mengikuti perayaan misa di malam Paskah, Sabtu, 3 April 2021.

Sekembalinya keduanya dari gereja, pada dini hari Minggu, 4 April 2021 itu, keduanya ikut tertimpa bencana dalam peristiwa tragis banjir bandang di Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur.

Bersama 24 warga lainnya, mereka dua terkubur hidup-hidup oleh material banjir bandang yang menimpa Waimatan. Lima hari keduanya terkubur material batu dan lumpur di Waimatan.

Kisah tragis kehidupan keduanya yang hanya enam bulan menjalani bahtera perkawinan. Peristiwa tragis itu mengakhiri perjuangan hidup keduanya. Banjir bandang Waimatan menyudahi perjaanan kisah asmara dua sejoli yang setia sampai maut menjemput.

Kris dan Korri, selamat memasuki surga abadi. Beristirahatlah dalam damai sejati. Cinta Kris dan Korri abadi selamanya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *