Kumpulkan Kepala SD dan SMP, Pemkab Lembata Umumkan Instruksi Liburkan Semua Sekolah

Kumpulkan Kepala SD dan SMP, Pemkab Lembata Umumkan Instruksi Liburkan Semua Sekolah
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai memberikan arahan di hadapan para kepala sekolah dari tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kabuoaten Lembata di aula pertemuan SMPK St. Pius, Lewoleba, Jumat, 20 Maret 2020.

 

Lembatanews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Mr tumpukkan semua kepala sekolah dari tingkat TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kabupaten Lembata untuk mengumumkan instruksi Bupati Lembata tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Risiko Penularan Infeksi Covid-19 pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Lembata.

Bupati Lembata dalam instruksi yang ditandatangani Wakil bupati Lembata Thomas Ola Langodai enginstruksikan, segera merumahkan semua peserta didik, guru dan tenaga kependidikan terhitung mulai tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan tanggal 4 April 2020 dan masuk kembali pada tanggal 6 April 2020

Menunda Ujian Sekolah (US) dan Ujian Nasiona (UN) untuk Jenjang SMP/MTs dan SMP Satap serta kegiatan Kompetensi Siswa Nasional (KSN) dan pelaksanaannya akan disampaikan setelah Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lembata berkoordiansi dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dan Pusat Asesman dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Khusus guru agar mempersiapkan bahan ajar dan serta tetap melaksanakan persiapan ujian

Menggunakan salah satu atau lebih dari metode-metode sebagai berikut :
a. Metode Online yaitu guru menyiapkan Kelas Maya menggunakan akses Rumah Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di laman: belajar.kemdikbud.co.id
b. Metode Offline yaitu guru mengunduh materi-materi ajar dari internet atau Rumah Belajar, lalu dibagikan ke peserta didik masing-masing sebelum dirumahkan untuk dipelajari dan dikerjakan selama masa dirumahkan; dan c. Metode Penugasan secara manual yaitu guru memberikan penugasan secara manual kepada peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar yang ada untuk dikerjakan di rumah masing-masing dan dikumpulkan pada saat masuk sekolah atau pada saat libur / dirumahkan dengan cara dikirimkan menggunakan email atau media sosial (WhatsApp).

Para kepala sekolah dari tingkat TK/PAUd, SD, dan SMP mengikuti arahan dan mendengarkan instruksi Bupati Lembata.

Khusus guru dan tenaga kependidikan agar : a. tetap memberikan panduan, tuntunan dan monitoring terhadap aktijitas peserta didik melalui media sosial yang meliputi whatsapp group atau sms dan melakukan evaluasi secara rutin serta evaluasi saat masuk sekolah kembali;
b. wajib membuat laporan kepada kepala Sekolah terkait proses pembelajaran selama dirumahkan; dan
c. menginformasikan terkait kebijakan merumahkan peserta didjk kepada orang tua/wali melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh sekolah masing-masing.

Khusus orang tua/wali agar :
a. melakukan pemantauan terhadap aktiiitas belajar anak selama belajar di rumah; dan
b. bertanggung jawab mengontrol/membatasi aktifitas anak diluar rumah.

Khusus peserta didik, guru dan tenaga kependidikan:
a. jika melakukan Praktek Kerja Lapangan di wilayah terpapar, maka sekembalinya dari tempat praktek dilarang untuk keluar dari rumah selama 14 (empat belas hari) hari
b. wajib berada di rumah dan tidak bepergian ke mana-mana; dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Petugas kesehatan dari Puskesmas Lewoleba mengukur suhu tubuh para kepala sekolah sebelum.mengikuti pertemuan.

 

Di hadapan para kepala sekolah dalam.pertemuan di aula SMPK St. Pius Lewoleba, Jumat, 20 Maret 2020, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai menegaskan untuk jangan anggap enteng dan anggap remeh dengan Corona. Sebab,  sampai hari ini, di Lembata sudah terdapat tujuh orang dalam pemantauan (OFP). Sehingga, pemerintah segera mengeluarkan instruksi.karena tidak mau satu orangpun anak Lembata yang meningg karena Corona.

“Apalagi bapak-ibu guru yang di atas 50 yang berisiko tinggi, maka hati-hati. Karena kalau sudah menyerang hanya ada kekuatan dari dalam yang bisa menyembuhkan. Tak ada obat dari luar yang bisa menyembuhkan. Apakah iman, daya tahan tubuh. Mati kita refleksi bertepatan dengan masa puasa mari memperkuat dari dalam diri untik menangkal Corona,” tegas Wabup Langodai.

Kepada para kepala sekolah Wabup Langodai mengimbau agar setelah mendapatkan surat instruksi ini maka.kembali dan baca satu per satu isi instruksinya. Pemerintah, lanjutnya, bukan meliburkan anak-anak. Proses belajar mengajar tetap berjalan tetapi dilakukan dengan online melalui rumah belajar, ruang guru, dibekali kepada anak-anak dan bisa diakses di rumah.

“Berupaya menghindari, bukan untuk melawan. Orang yang berpengetahuan dia akan.menghindari dan akan selamat. Dan orang yang tidak berpengetahuan akan melawan dan dia akan mati,” tegas Wabup Langodai. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *