Lagi, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Ruang Isolasi RSUD Lewoleba

Lagi, Satu Pasien Covid-19 Meninggal di Ruang Isolasi RSUD Lewoleba
drh. Mathias AK Beyeng, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata.

 

Lembatanews.com – Dalam seminggu terakhir, kasus orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lembata mengalami peningkatan cukup signifikan. Bahkan, pada Sabtu, 26 Juni 2021, terjadi penambahan 31 kasus baru. Selain terjadi penambahan jumlah kasus aktif menjadi 150 kasus, terdapat satu pasien Covid-19 asal Desa Muruona, Kecamatan Ile Ape yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata drh Mathias AK Beyeng, Munggu, 27 Juni 2021 menjelaskan, dengan meninggalnya satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19, maka jumlah warga Lembata yang meninggal karena Covid-19 menjadi 13 orang.

Ia menjelaskan, pada Sabtu kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Lembata telah melakukan rapid tes antigen terhadap warga yang tersebar dibeberapa kecamatan. Dari hasil rapid test antigen dimaksud, terdapat 31 orang dinyatakan positif Covid-19.

Dengan penambahan jumlah kasus tersebut, maka total keseluruhan kasus di Lembata menjadi sebanyak 447 kasus, dengan kasus aktif atau yang masih dalam perawatan dan isolasi sebanyak 150 kasus, dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 284 kasus.

Direktur RSUD Lewoleba dr Bernard Yoseph Beda menjelaskan, pasien Covid-19 yang meninggal merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Waipukang. Saat masuk di RSUD Lewoleba pada Minggu (20/6) lalu, langsung dilakukan rapid test dan dinyatakan positif sehingga langsung diisolasi.

“Saat masuk ia didiagnosa Anemia Gravis, Trombositpenia berat, Ca KGB Kolli, Hipererucimia, dan setelah dilakukan rapid test terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Bernard.

Selain dilakukan rapid test, pasien juga telah dikirim sampelnya ke Kupang untuk dilakukan pemeriksaan PCR dan hasilnya positif

Setelah menjalani penanganan selama di ruang isolasi, pada Sabtu, kondisinya terus menurun hingga pasien meninggal sekitar pukul 17.15.

Pihak keluarga sempat berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 dan manajemen rumah sakit agar korban disemayamkan semalam sebelum dikuburkan dengan Protokol kesehatan. Namun, permintaan itu ditolak manajemen rumah sakit jika tanpa seizin Satgas Covid-19.

Walau sempat bersitegang dengan petugas, namun keluarga akhirnya bersedia kerabatnya yang meninggal dikuburkan dengan Protokol kesehatan. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *