Lagi, Tambah Satu Terkonfirmasi Positif Covid-19 Transmisi Lokal

Lagi, Tambah Satu Terkonfirmasi Positif Covid-19 Transmisi Lokal
Sekretaris Daerah Lembata Paskalis Ola Tapobali

 

Lembatanews.com – Setelah mengumumkan empat orang warga Lembata terkonfirmasi positif Covid-19 hasil Swab Test, pada Kamis, 12 November 2020, pada Jumat, 13 November 2020 Pemerintah Kabupaten Lembata kembali mengumumkan penambahan satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Ibu rumah tangga berusia 61 tahun itu merupakan kasus baru dengan transmisi lokal. Dengan penambahan ini maka jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di KabupatenLembata menjadi enam kasus, yakni satu kasus lama yang sudah sembuh dan lima kasus baru yang sedang dalam penanganan tim medis RSUD Lewoleba.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lembata Paskalis Ola Tapobali kepada media ini, Jumat, 13 November 2020 saat ditemui di gedung Peten Ina DPRD Lembata menjelaskan, ada penambahan satu kasus yakni seorang ibu rumah tangga berusia 61 tahun di Wangatoa, Kelurahan Lewoleba Selatan.

Dengan penambahan kasus itu maka Lembata hingga kini sudah terdapat enam.kasus, dengan rincian satu sembuh dan lima lainnya masih sedang menjalani perawatan di RSUD Lewoleba.

Dengan adanya penambahan jumlah kasus ini, Pemerintah mengharapkan agar masyarakat lebih patuh dan taat pada disiplin dan protokol kesehatan. Sebab, sejauh ini pemerintah belum sepenuhnya siap, baik ruang isolasi maupun lokasi khusus pekuburan untuk pasien Covid-19 yang meninggal.

“Baik juga orang tidak takut karena sudah adaptasi. Hanya saja yang dikhawatirkan adalah orangtua yang rentan,” katanya.

Sehingga, ia berharap agar walaupun masyarakat sudah mulai terbiasa dan tak begitu panik karena sudah mulai beradaptasi, namun harus pula disiplin dan mentaati protokol kesehatan agar tak ada lagi penambahan jumlah kasus.

“Dengan keterbatasan ruang isolasi, kita berharap tidak ada lagi penambahan kasus, dan mereka yang dirawat saat ini bisa secepatnya sembuh dan dipulangkan,” kata Paskalis Tapobali.

Terkait pelayaran rakyat yang selama ini beroperasi tujuh hari sepekan, sejauh ini belum ada revisi kebijakan. Hanya saja, pemerintah akan mengeluarkan penegasan kepada pengelola dan operator armada pelayaran rakyat untuk disiplin dan mentaati protokol kesehatan.

“Dalam rapat Forkopimda kemarin, sudah disepakati untuk melakukan sidak. Kalau ditemukan ada yang tidak disiplin dan mentaati protokol kesehatan maka bisa ditutup pelayaran,” tegasnya. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *