Laka Maut, Renggut Nyawa Prajurit TNI

Laka Maut, Renggut Nyawa Prajurit TNI
Foto almarhum Stefanus Arakian Witak saat masih hidup. Dokumen Lidya Tokan.

 

Lembatanews.com – Kecelakaan maut di ruas Jalan Trans Nagawutun  pada Minggu, 14 Maret 2021 sekitar pukul 11.00, telah merenggut nyawa prajurit TNI Prada Stefanus Arakian Witak (22), warga Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur, Kecamatan Nubatukan. Walau sempat dirawat di Puskesmas Loang, Kecamatan Nagawutun, namun nyawanya tak tertolong.

Kasat Lantas Polres Lembata AKP Berry BY Nathaniel kepada lembatanews.com, Minggu, 14 Maret 2021 malam menjelaskan, korban laka maut Stefanus Arakian Witak (22), warga Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur meninggal di Puskesmas Loang, setelah mengalami luka robek di bagian leher kanan, luka robek di dagu, luka robek di leher depan, luka robek di bagian dada, luka lecet di bagian dada kiri, luka lecet di bagian puting susu, dan patah tulang antara siku dan bahu tangan kanan.

Sementara pengemudi mobil pick up Baharudin Beda mengalami luka lecet pada alis mata kanan, luka lecet di bagian leher.

Penumpang sepeda motor Kawasaki KLX yang dibonceng korban Albertus Ola Bisa mengalami luka robek antara pergelangan dan siku tangan kanan, luka lecet di jari manis, luka lecet di jari tengah, luka lecet dan di jari kelingking.

Sementara penumpang mobil pic up yakni Nurhalima warga Desa Babokerong, Esti Wotan dan Ardi Gunawan Beding juga warga Desa Babokerong.

Almarhum Prada Stefanus Arakian Witak dikelilingi teman letingnya usai dimandikan dan dikenakan pakaian dinas lengkap di Puskesmas Loang, Kecamatan Nagawutun, Minggu, 14 Maret 2021.

 

Ia menambahkan, pada Minggu (14/3) sekitar pukul 11.00 , bertempat di Jalan Trans Nagawutun tepatnya di Kabelebek Desa Riangbao, Kecamatan Nagawutun, terjadi kecelakaan lalu lintas tabrakan antara sepeda motor dengan mobil pick up. Kejadian kecelakaan berawal pada saat sepeda motor Kawasaki KLX warna hijau leis putih tanpa TNKB yang dikendarai korban Stefanus Arakian Witak dengan membonceng Albertus Betekeneng melaju dari arah Timur ( Desa Riangbao) menuju arah barat ( Desa Babokerong). Pada saat hendak melintas di lokasi Kabelebek tiba-tiba datang dari arah barat (Desa Babokerong) menuju arah timur ( Desa Riangbao) mobil pick up Futura Cary warna hitam tanpa TNKB yang dikemudikan oleh Baharudin Beda dan melaju dengan kecepatan tinggi dengan posisi mengambil jalur kanan.

Setelah mengetahui bahwa mobil yang datang dari arah barat menuju arah timur melintas di jalur kanan, pengendara sepeda motor Kawasaki mencoba menghindar ke jalur kanan, dan pada saat sepeda motor tersebut hendak menghindar , tiba- tiba mobil yang datang dari arah barat menuju arah timur hendak berpindah ke jalur kiri. Namun, jarak sudah dekat dan kecepatan kedua kendaraan dalam keadaan laju sehingga kedua pengendara tidak bisa mengendalikan kendaraanya sehingga terjadi tabrakan dan mengakibatkan pengendara sepeda motor dan boncengannya terjatuh dan mengalami luka-luka.

“Supir bersama dengan para penumpang mobil pick up membantu pengendara dan penumpang sepeda motor kemudian diantar ke Puskesmas Loang, Nagawutun untuk mendapatkan pertolongan medis,” tetangnya.

Namun, setelah dilakukan penanganan medis Stefanus Arakian Witak tidak tertolong dan meninggal dunia di Puskemas Loang.

Polisi yang turun ke TKP, kata dia, telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti kecelakaan.

Lidia Tokan, penulis dan petugas m dia di RSUD Lewoleba mengisahkan sekelumit kisah kebersamaannya dengan almarhum Stefanus Arakian Witak di laman FB miliknya. Seizinnya, Lembatanews menurunkan secara lengkap tulisan Lidya Tokan mengenang almarhum.

PRAJURIT YANG FAMILIAR ITU, TELAH PERGI 😭❤️

Foto-foto ini saya save setelah saya ijin Ade untuk mencomot foto ini dari postingan Ade bulan Desember ketika bencana Erupsi Ile Lewotolok, saat itu Ade sedang berada di posko pengungsian, bercanda ria bersama anak-anak di sana.

Saya mengambil foto ini berniat ingin menulis tentang Ade. Karena Ade salah seorang yang menginspirasi saya bahwa untuk hidup butuh perjuangan, bahwa untuk sukses butuh pengorbanan. Ade mengorbankan waktu bersenang-senang seperti anak muda pada umumnya hanya untuk mencari rupiah. Keinginan menulis tentang Ade tertunda terus hingga ajal datang menjemput Ade 😭

Ade mengajarkan kebaikan, perjuangan dan ketulusan. Berjuang dulu, baru memetik hasil. Kaka kagum terhadap perjuangan Ade.

Secara kebetulan kita pernah bertemu di rumah sakit, lalu ade yang lebih dahulu menyapa Kaka. Kaka kaget, dan terkagum-kagum saat melihat Ade membawa dagangan bubur kacang ijo sambil menawarkan kepada keluarga pasien, dan kepada kaka. Kita sempat ngobrol singkat. Ade curhat kepada Kaka bahwa Ade menjual bubur kacang, kumpul biaya untuk ikut test masuk Tentara. Kaka sangat terenyuh dengar curhatan Ade. Sejak saat itu kalau Ade jualan ke RS, pasti Kaka beli sambil memberi semangat buat Ade. 😭😭

Selepas perjumpaan kita waktu itu, Kaka tidak melihat Ade berjualan lagi. Hingga pada suatu waktu, Kaka lihat postingan di FB kalau Ade sudah dilantik menjadi prajurit TNI. Kaka tersenyum bangga melihat Ade sudah sukses.

Hari ini Ade pergi, meninggalkan pesan cinta dan perjuangan kepada Kaka dan semua orang bahwa hidup mestinya seperti Ade yang ramah, rendah hati, pantang menyerah dan berbuat baik kepada siapa saja. Perjuangan sukses Ade baru separuh jalan, tetapi apalah daya. Semua telah terhenti dalam perjalananmu siang ini.

Ade, walaupun belum sempat mengucapkan proficiat buat Ade secara langsung tetapi Kaka bangga dan bersyukur Ade sudah menjadi kebanggaan dan harapan dalam keluarga, juga kebanggaan di kampung kita. Semua harapan mama Sula bertumpuh pada Ade namun sayang, sayang sekali…… Tuhan mengambil kembali pada-NYA 😭

Ade Stefan, doa yang tulus dari kami semua untuk kebahagiaan Ade di Surga. ❤️😭

Selamat jalan, sayang ….❤️
RiP ….PRADA Stefan Witak (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *