Lembata MENANGIS, Puluhan Korban masih Tertimbun Material Banjir

Lembata MENANGIS, Puluhan Korban masih Tertimbun Material Banjir
Banjir bandang melululantakan desa-desa di Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Minggu, 4 April 2021. Tampak jasad korban banjir yang sudah dievakuasi ke RSUD Lewoleba

 

Lembatanews.com – Bencana kembali menimpa Lembata. Tanah Lepan Batan kembali menangis. Puluhan warga tak berdosa ditelan banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 4 April 2021 dini hari sekitar pukul 02.00 di enam desa di Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri. Hingga Minggu sore baru 11 jasad para korban ditemukan. Sedangkan puluhan korban lainnya masih tertimbun material banjir bandang. Tujuh jenazah di antaranya sudah dikebumikan pada Minggu sore.

Sementara di Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri, longsor di perbatasan Leuwayan dan Leudanung menewaskan tiga orang warga. Selain itu, longsor juga menyapu ratusan makam yang ada di alur longsor.

Informasi yang berhasil dihimpun Lembatanews.com menyebutkan, banjir bandang yang terjadi begitu cepat. Gemuruh yang terdengar dan disangka gemuruh Gunung Api Ile Lewotolok yqng ol h warga sudah dianggap biasa selama ini, ternyata langsung disusul terjangan air bah yang membawa material batu dan batang pohon dari Ile Lewotolok.

Vicki Langkeru, warga Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur yang selamat dan berhasil dievakuasi ke Lewoleba mengakui, saat kejadian sejumlah warga sempat berkomunikasi melalui HT d Ngan Sekretaris Desa Waimatan. Namun, tiba-tiba suara Sekdes Waimatan lenyap dan ia tersapu banjir bandang.

Dikatakannya, di Waimatan, banjir bandang menyapu hampir sebagian desa dan rumah warga rata tanah tertimbun material batu dan batang pohon.

Terdapat sebanyak 25 warga yang diperkirakan hilang disapu banjir dan baru tiga orang yang telah berhasil ditemukan.

Sementara itu, di Desa Tanjung Batu terdapat enam warga yang dilaporkan meninggal, dan baru tiga orang yang berhasil ditemukan. Sementara di Desa Amakaka, dilaporkan sebanyak 20-an orang warga yang hilang dan belum ditemukan jasadnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata Siprianus Meruk kepada Lembatabews.com menjelaskan, hingga Minggu sore baru sebanyak 11 warga yang berhasil dievakuasi. Tujuh jenazah yang sudah berhasil dievakuasi ke RSUD Lewoleba telah dikebumikan.

Sementara jenazah para korban lainnya belum berhasil dievakuasi dan kemungkinan masih tertimbun material longsoran.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat mengunjungi para korban di lokasi bencana dan korban yang dirawat di RSUD Lewoleba pada Minggu siang mengatakan, pemerintah akan mengurus jasad para korban yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Semua warga yang meninggal diwajibkan dibawa terlebih dahulu ke rumah sakit untuk dimandikan dan diurus sepenuhnya hingga proses penguburannya oleh pemerintah.

Pemerintah, kata Bupati Sunur, juga segera mengungsikan para korban selamat dan luka-luka ke wilayah yang aman dan ke Lewoleba. Di Lewoleba, para warga korban bencana akan ditampung di penampungan aula BKD-PSDM dan kantor lurah.

“Untuk logistik beras persediaan kita masih aman. Saya juga sudah laporkan ke Gubernur dan menyampaikan kita sangat butuhkan kasur dan selimut,” katanya.

Pihaknya juga fokus mengungsikan warga ke titik aman, sambil berupaya membuka jalur yang tertutup material agar memudahkan evakuasi para korban yang masih tertimbun material banjir. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *