Lembata Zona Merah, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Lembata

Lembata Zona Merah, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Lembata
Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali

 

Lembatanews.com – Menyikapi adanya warga Lembata yang positif Covid-19 dan menjadikan Lembata menjadi zona merah, Pemerintah Kabuoaten (Pemkab) Lembata langsung mengambil langkah sigap. Melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapobali, Pemkab Lembata langsung mengambil sejumlah langkah penanganan.

Sekda Lembata kepada Lembatanews.com, Sabtu, 18 Juli 2020 menjelaskan, sesuai petunjuk Bupati berkaitan dengan rilis Gugus Tugas Provinsi NTT bahwa Kabupaten Lembata dinyatakan sebagai zona merah karena terkonfirmasi satu orang positif Covid-19 cluster Maskassar, berasal dari Desa Babokerong langkah pertama yang dilakukan menyikapi pengumuman itu, maka diinstruksikan untuk menutup akses keluar masuk Desa Babokerong selama tiga hari terhitung sejak Minggu, 19 Juli 2020 sampai dengan Selasa, 21 Juli 2020. Dengannya, seluruh masyarakat Desa Babokerong dilarang bepergian/keluar dari desa, termasuk melarang siapapun masuk ke Desa Babokerong selama tiga hari.

Langkah kedua yang dilakukan, terang Tapobali, tim Surveillance melakukan tracking/tracing kontak terhadap pihak-pihak yang pernah berinteraksi dengan yang bersangkutan (P-1). Pelaksanaan kegiatan tracing dilakukan sejak Minggu, 19 Juli 2020 dan melaporkan hasilnya kepada Bupati Lembata selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lembata.

Selanjutnya, urainya, memastikan yang bersangkutan (P-1) menjalani isolasi mandiri selama lebih kurang 14 hari sejak hari Sabtu, 18 Juli 2020 secara ketat di rumah dan tidak diperkenankan untuk dilakukan isolasi di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk menghindari penularan lebih jauh.

Langkah selanjutnya adalah memastikan adanya pengawasan yang ketat oleh masyarakat/tetangga sekitar, Pemerintah Desa, Gugus Tugas Kecamatan Nagawutun dan Desa Babokerong terhadap P-1, agar mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

“Jika dalam pemantauan dan pengawasan, terdapat gejala atau indikasi negatif, segera merujuk yang bersangkutan (P-1) ke Rumah Sakit,” tegas Tapobali.

Sekda Tapobali juga meminta agar melaporkan perkembembangan di lapangan setiap hari kepada Bupati Lembata. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *