Letusan masih Terjadi, Pemerintah kembali Perpanjang Tanggap Darurat hingga 2 Januari 2021

Letusan masih Terjadi, Pemerintah kembali Perpanjang Tanggap Darurat hingga 2 Januari 2021
Markus Labi, Koordinator Seksi Informasi Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok.

 

Lembatanews.com – Kondisi kegempaan dan letusan Gunung Api Ile Lewotolok yang masih terus terjadi dalam skala kecil menyebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata kembali memperpanjang masa tanggap darurat. Perpanjangan dilakukan seminggu ke depan sampai 2 Januari 2021. Perpanjangan masa tanggap darurat ini menyebabkan rencana pemulangan pengungsi korban erupsi Gunung Api Ile Lewotolok yang sedianya dilaksanakan Sabtu, 26 Desember 2020 juga ikut ditunda dan batu akan dilakukan pada 3 Januari 2021.

Koordinator Seksi Informasi Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Ile Lewotolok Markus Labi kepada lembatanews.com, Sabtu, 26 Desember 2020 mengatakan, masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Api Ile Lewotolok diperpanjang sampai dengan 2 Januari 2021.

Selama masa perpanjangan ini, lanjutnya, pengungsi diharapkan masih tetap berada pada Posko-piski penampungan yang tersedia.

“Selanjutnya, sebagai persiapan pemulangan warga ke kampung halaman masing-masing, saat ini sedang dilakukan fogging oleh tim Dinas Kesehatan, untuk antisipasi dampak DBD,” kata Markus Labi.

Dia juga mengharapkan agar warga pengungsi juga melakukan pembersihan mandiri lokasi dan rumah masing-masing d Ngan tetap selalu waspada terhadap aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok.

Kepada para amat dan kepala desa diminta untuk meneruskan informasi itu kepada warganya masing-masing.

Kepada seluruh pimpinan OPD, kata Markus Labi, juga diminta agar selama masa tanggap darurat diperpanjang seminggu ke depan tetap melaksanakan seluruh jadwal pembagian tugas jaga, tugas masak, tugas Posko, dan tugas-tugas lainnya dengan melibatkan personel dari masing-masing OPD. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *