Liang Puen dan Liang Laru, Cerita Peradaban Orang Kedang

Liang Puen dan Liang Laru, Cerita Peradaban Orang Kedang
Relief yang terpahat pada dinding batu di Liang Puen, Desa Hingalamamengi, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata.

 

Lembatanews.com – Kabupaten Lembata begitu kaya akan wisata alam dan wisata bahari. Namun, bukan Lembata jika tak mengeksplor potensi wisata lainnya, seperti wisata budaya.

Bicara wisata budaya, Lembata memiliki nilai tersendiri. Aneka tarian dan lagu dengan ragam alat musik etniknya, akan disuguhkan untuk dinikmati.

Kali ini, kami menyajikan salah satu wisata budaya yang mulai dikembangkan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yakni Wisata Budaya Liang Puen dan Liang Laru di Desa Hingalamamengi, Kecamatan Omesuri.

Desa Hingalamengi memiliki beberapa situs peninggalan nenek moyang sekitar 3000 tahun yang lalu.

Liang Puen dan Liang Laru merupakan gua
hunian manusia zaman dahulu yang merupakan situs unik dihiasi banyak gambar cadas berjenis pahatan (engraving) yang memiliki motif figuratif dan non-figuratif pada permukaan stalagmit.

 

Destinasi wisata budaya ini sangat cocok untuk penikmat/pengiat sejarah budaya serta pengunjung yang ingin menikmati sensasi berwisata heritage.

Walau infrastruktur wisata ke dan di Liang Puen dan Liang Laru masih dalam pembenahan untuk dijadikan destinasi unggulan di Kabupaten Lembata, namun ia tetap menarik untuk dikunjungi.

Dari sana, Anda tentu tertarik untuk menyelam lebih dalam sejarah peradaban masyarakat adat Kedang dengan budaya tuturnya yang magis.

Menuju ke Liang Puen dan Liang Laru memang membutuhkan kesiapan fisik. Namun itu bukan karena infrastruktur jalan yang belum memadai, namun karena jarak tempuhnya yang lumayan jauh.

Jika Anda memilih berangkat dari Kota Lewoleba, maka jarak tempuhnya mencapai 62 Kilometer. Dengan waktu tempuh paling lambat dua jam perjalanan.

Namun tentu saja Anda pun tak akan jenuh. Karena sepanjang perjalanan, Anda pun masih disuguhi bentangan alam nan indah terutama di Bukit Baja, setelah Anda puas menikmati kuliner lokal di Pantai Wisata Lewolein.

Bahkan, sebelum menuju Liang Puen dan Liang Laru, Anda masih pula disuguhkan panorama kampung pelangi, di perkampungan nelayan Bajo, dan kemurnian laut Pojok Cinta Balauring.

Nah, Anda tak akan rugi menikmati petualangan jika menginjakkan kaki di tanah Lepanbatan, surga kecil yang jatuh di tanah Lembata ini. (tim lembatanews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *